banner 728x250

Kota Mataram Uji Coba Transportasi Publik, Kemacetan Mulai Terkikis

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Di tengah keluhan warga tentang kemacetan yang semakin mengular di berbagai sudut Kota Mataram, Pemerintah Kota (Pemkot) mengambil langkah tegas dengan mengandalkan transportasi publik sebagai solusi jangka panjang. Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, mengungkapkan bahwa upaya sistematis telah dimulai untuk mengurai kepadatan lalu lintas, terutama di kawasan pendidikan dan jalur utama kota. Salah satu program yang sedang diuji coba adalah revitalisasi angkutan tradisional bemo kuning, dengan sasaran utama pelajar.

Program ini telah berjalan sejak akhir 2024, dan menurut Mohan, dampaknya mulai terlihat. “Kemacetan di beberapa sekolah yang dilayani mulai berkurang. Ini pertanda strategi kami mulai bekerja,” ujarnya saat memaparkan perkembangan terbaru di hadapan anggota DPRD Kota Mataram, Kamis (3/7).

banner 325x300

Mohan menegaskan bahwa program ini bukan sekadar menyediakan moda transportasi, melainkan upaya mengubah kebiasaan masyarakat—khususnya generasi muda—agar beralih ke angkutan umum. “Kami ingin menciptakan budaya baru dalam mobilitas. Jika pelajar sudah terbiasa naik transportasi umum, dampaknya akan berkelanjutan,” tambahnya.

Namun, di luar klaim penurunan kemacetan di sekitar sekolah, tantangan besar masih mengintai. Kemacetan di Mataram tidak hanya terjadi di jam masuk dan pulang sekolah, tetapi juga di kawasan pasar, perkantoran, dan jalur protokol yang dipadati kendaraan pribadi serta ojek online.

Sebagai kelanjutan dari program Bemo Kuning, Pemkot kini bersiap meluncurkan bus sekolah sebagai bagian dari sistem angkutan publik yang terintegrasi. “Ini baru permulaan. Kami akan terus kembangkan jaringan transportasi yang lebih luas,” tegas Mohan.

Meski demikian, beberapa kendala masih harus diatasi, mulai dari konsistensi layanan, kenyamanan armada, hingga keterbatasan rute. Selain itu, Pemkot belum merilis data rinci tentang seberapa besar penurunan kemacetan yang telah dicapai.

Program seperti Bemo Kuning dan Bus Sekolah mungkin belum bisa menyelesaikan kemacetan dalam sekejap. Namun, yang jelas, langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkot Mataram dalam mencari solusi berkelanjutan. Jika konsisten dikembangkan, bukan tidak mungkin kota ini akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi masalah transportasi.

Sementara itu, warga menunggu bukti lebih nyata—apakah upaya ini benar-benar mampu mengurai kemacetan, atau hanya sekadar tempelan solusi di tengah kompleksnya persoalan lalu lintas.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *