banner 728x250
Berita  

Kos Berubah Jadi Sarang Sabu, 8 Penghuni Diciduk, Lima Cewek Terjerat di Batulayar!

banner 120x600
banner 468x60

Siapa sangka, di balik pintu kamar kos yang tampak biasa di wilayah Batulayar, Kecamatan Batulayar, tersimpan aktivitas hitam yang menggemparkan. Tim Satresnarkoba Polres Lombok Barat menggerebek dua lokasi kos pada Jumat (13/12) dan menemukan delapan penghuni yang diduga kuat terjerat penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Yang bikin geger, lima di antara delapan penghuni yang positif narkoba adalah perempuan, sementara tiga lainnya laki-laki. Lokasi kos yang seharusnya jadi tempat tinggal nyaman malah beralih fungsi bak “sarang sabu”. Keberadaan narkotika di dua kos tersebut diendus dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas mencurigakan para penghuni.

banner 325x300

Kasat Resnarkoba Polres Lombok Barat, AKP I Nyoman Diana Mahardika, menjelaskan bahwa operasi ini bagian dari kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). “Kami melaksanakan kegiatan penggerebekan di dua kos di wilayah Batulayar. Dari hasil tes urine, delapan orang penghuni dinyatakan positif menggunakan narkotika,” ungkapnya.

Namun itu belum cukup. Ketika petugas memeriksa kamar-kamar, kejutan datang dari salah satu kamar yang menjadi “markas kecil” untuk pesta sabu. Polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu klip dan tiga paket kecil yang diduga berisi narkotika jenis sabu, lengkap dengan alat-alat hisap sabu yang berserakan.

“Barang bukti yang kami temukan semakin menguatkan dugaan bahwa kamar ini sering digunakan untuk pesta sabu. Ini tentu sangat meresahkan masyarakat sekitar,” tambah AKP Diana Mahardika dengan tegas.

Kini, delapan penghuni kos malang tersebut telah diamankan di Polres Lombok Barat. Mereka bakal menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut untuk membongkar jaringan yang lebih besar. Tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang ikut bermain di balik layar.

Kos: Surga Sabu atau Neraka Berujung Jeruji?
Fenomena kos-kosan yang beralih fungsi jadi tempat transaksi dan penyalahgunaan narkoba bukan lagi cerita baru. Namun, penggerebekan di Batulayar kali ini menyentak publik karena jumlah pelakunya cukup banyak, dan mayoritas perempuan. Ini menandakan betapa masifnya ancaman narkotika di kalangan generasi muda.

“Ini alarm keras untuk kita semua. Penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak individu tetapi juga lingkungan sekitar. Kami akan terus melakukan penggerebekan serupa demi membersihkan Lombok Barat dari ancaman narkoba,” tegas AKP Diana Mahardika.

Peran Masyarakat Jadi Kunci!
Kepolisian mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap situasi di lingkungan mereka. Aktivitas mencurigakan, keluar-masuk orang tak dikenal, atau aktivitas malam hari yang tidak wajar, bisa jadi tanda-tanda adanya penyalahgunaan narkoba. “Kami tidak bisa bekerja sendirian. Partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam perang melawan narkotika ini,” tandasnya.

Dengan komitmen kuat dan dukungan warga, wilayah Batulayar diharapkan kembali aman dan bebas dari ancaman narkoba. Operasi serupa pun dipastikan akan terus dilakukan secara rutin.

“Ingat, narkoba itu menghancurkan masa depan. Jangan pernah berpikir jadi keren dengan sabu. Yang ada, malah jeratan hukum dan hidup berakhir di balik jeruji besi,” tutup AKP Diana dengan pesan keras.

Sementara itu, delapan penghuni kos yang ditangkap hanya bisa tertunduk lesu. Pesta sabu yang mereka kira menyenangkan, kini berujung pahit di ruang tahanan Polres Lombok Barat.

Kita semua punya peran. Laporkan jika ada aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar! Bersama, kita bersihkan Lombok Barat dari ancaman narkotika.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *