investigasiindonesia.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersiap menghidupkan kembali program Smart City yang sempat terhenti beberapa tahun silam. Inisiatif ini diharapkan menjadi lompatan besar dalam transformasi digital layanan publik, sekaligus menghemat anggaran internet daerah yang mencapai puluhan miliar rupiah per tahun.
Wakil Bupati Lombok Timur, HM. Edwin Hadiwijaya, mengungkapkan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen Pemda mewujudkan tagline “Lotim SMART”. “Dulu sudah ada Lotim Net dan Command Center sebagai tulang punggung Smart City, tapi perkembangannya mandek. Sekarang kami mulai membenahi semuanya dari nol,” ujarnya.
Command Center, yang terletak di Kantor Dinas Kominfo, disebut masih dalam kondisi terawat meski belum berfungsi maksimal. Fasilitas ini dilengkapi jaringan fiber optik sepanjang 28 kilometer, namun sempat terkendala masalah pasokan daya dari panel surya. Saat ini, Command Center hanya digunakan untuk rapat daring seminggu sekali dan memantau 13 CCTV yang tersebar di sejumlah titik.
Edwin menegaskan, langkah pertama yang sedang dilakukan adalah merampingkan pengeluaran internet Pemkab. Selama ini, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) berlangganan internet secara mandiri, menghabiskan anggaran hingga Rp55 miliar per tahun untuk 55 instansi. “Ini tidak efisien. Ke depan, Diskominfo akan menjadi pengelola tunggal agar anggaran bisa dialokasikan sesuai kebutuhan nyata, bukan untuk hal-hal tidak produktif,” tegasnya.
Selain efisiensi, integrasi sistem menjadi kunci utama. Lotim Net, yang dulu menjadi jaringan andalan, akan dioptimalkan kembali bersama Command Center. Edwin menyadari, kegagalan program sebelumnya terjadi karena infrastruktur digital tidak terawat. “Kami tidak ingin kesalahan terulang. Smart City harus benar-benar dirasakan masyarakat, mulai dari layanan cepat hingga transparansi data,” tambahnya.
Harapannya, Lombok Timur segera memiliki pemerintahan digital yang responsif dan hemat anggaran. Nantinya, layanan berbasis teknologi, pengelolaan data terpadu, serta jaringan internet yang merata akan menjadi prioritas. Jika berhasil, langkah ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kota cerdas tanpa pemborosan.


















