investigasiindonesia.com – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) masih menunggu kepastian izin ekspor konsentrat tembaga dari Kementerian ESDM. Hingga Sabtu (12/7), belum ada lampu hijau dari pemerintah pusat. Hal ini memicu respons cepat dari Pemprov NTB, yang langsung mengambil langkah serius untuk mendorong percepatan proses perizinan.
Sekretaris Dinas ESDM NTB, Niken Arumdati, mengonfirmasi bahwa Gubernur NTB telah melakukan komunikasi intensif dengan Menteri ESDM. “Pembahasan berfokus pada urgensi izin ini bagi perekonomian daerah. Tanpa ekspor, dampaknya sangat signifikan,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, yang menegaskan pentingnya relaksasi izin untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi NTB. Fakta terbaru menunjukkan, ekonomi NTB pada triwulan I 2025 terkontraksi hingga minus 1,47%, salah satu penyebab utamanya adalah mandeknya ekspor sektor pertambangan.
PT AMNT merupakan salah satu penggerak utama ekonomi NTB. Jika ekspor tidak segera dibuka, ribuan pekerja dan pendapatan daerah bisa terdampak lebih jauh. Pemprov NTB terus berupaya memastikan bahwa aktivitas pertambangan bisa kembali berjalan optimal, memberikan kontribusi nyata bagi pemulihan ekonomi.
“Kami berharap kebijakan dari pusat segera turun. Ini bukan hanya tentang perusahaan, tapi juga masa depan masyarakat NTB,” tegas Niken.
Dengan upaya kolaboratif antara pemerintah daerah dan pusat, harapan untuk segera pulihnya aktivitas ekspor semakin nyata. Semua pihak menunggu keputusan akhir dari Kementerian ESDM, yang diharapkan membawa angin segar bagi perekonomian NTB.


















