investigasiindonesia.com – Komisi III DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat memberikan apresiasi tinggi atas capaian kinerja Bank NTB Syariah. Hasil evaluasi mendalam menunjukkan bahwa bank milik daerah ini tumbuh dengan solid, ditandai dengan peningkatan aset, pembiayaan, dan kontribusi dividen yang terus naik setiap tahun.
“Bank NTB Syariah dalam kondisi sehat dan terus menunjukkan perkembangan positif. Ini bukti bahwa pengelolaan yang baik membuahkan hasil nyata,” ujar Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi, kemarin (14/7).
Laporan kinerja dan audit internal per Juni 2025 menjadi dasar penilaian tersebut. Dalam empat tahun terakhir, dividen yang dibagikan ke Pemprov NTB sebagai pemegang saham mayoritas terus meroket. Pada 2021, dividen tercatat Rp 41,15 miliar, lalu melonjak ke Rp 58,96 miliar di 2022. Tahun berikutnya, angka itu naik menjadi Rp 70,47 miliar, dan di 2024 mencapai Rp 79,26 miliar.
“Peningkatan ini membuktikan bahwa Bank NTB Syariah tetap berkontribusi besar bagi keuangan daerah, meski di tengah tantangan ekonomi global dan risiko digital,” tambah Sambirang.
Namun, di balik kesuksesan ini, ada catatan penting yang harus diperbaiki. Insiden kejahatan siber pada Maret 2025 menjadi alarm untuk memperketat sistem keamanan teknologi informasi. Audit forensik mengungkap kelemahan pengendalian jaringan yang harus segera dibenahi agar tidak terulang.
“Kejadian ini berdampak pada risiko keuangan dan reputasi bank. Tapi, kami yakin dengan langkah antisipasi yang tepat, Bank NTB Syariah bisa lebih tangguh ke depan,” tegas politikus PKS itu.
Selain itu, Komisi III mendorong pengurus baru untuk mengubah komposisi pembiayaan yang saat ini masih didominasi sektor konsumtif (89%). Mereka menantang direksi baru untuk lebih agresif mendanai sektor produktif seperti UMKM, pertanian, perikanan, dan pariwisata—sejalan dengan visi Gubernur NTB.
Anggota Komisi III, Muhammad Aminurlah, menegaskan bahwa direksi baru harus membawa terobosan, bukan sekadar melanjutkan kebijakan lama. “Perlu langkah berani untuk meningkatkan keamanan digital, efisiensi operasional, dan fokus pada pembiayaan yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Dengan komitmen perbaikan dan strategi jangka panjang, Bank NTB Syariah diharapkan tetap menjadi kebanggaan masyarakat NTB, sekaligus pionir perbankan syariah yang inovatif dan berdaya saing tinggi.


















