investigasiindonesia.com – Di tengah gegap gempita rencana pembangunan “Dubai-nya Lombok” oleh investor Marina Bay, Bupati Lombok Barat (Lobar) Lalu Ahmad Zaini memilih tetap berpijak di bumi. Ia tegas meminta agar mimpi besar tersebut tidak hanya menjadi euforia yang menjual angan, melainkan dibuktikan dengan langkah nyata.
Pertemuan antara Bupati yang akrab disapa LAZ itu dengan puluhan perwakilan Marina Bay berlangsung di ruang kerjanya, Kamis (18/7). Dalam forum tertutup tersebut, investor yang disebut-sebut berasal dari Australia mempresentasikan rencana investasi pembangunan smart city senilai Rp 90 triliun di atas lahan 125 hektare.
Namun, dari angka megah yang dijanjikan, baru 1,7 hektare lahan yang benar-benar siap digunakan. Hal ini langsung mengundang respons kritis dari Bupati.
“Kami terbuka dengan investasi, tapi bukan untuk ‘investor akan’. Kalau memang serius, mana uangnya, mana izinnya? Urus, dan kami dukung,” tegas LAZ.
Tak hanya menuntut keseriusan di atas kertas, Bupati Lobar bahkan melempar tantangan konkret: pihak investor diminta menjaminkan dana minimal Rp 500 miliar di bank daerah sebagai bukti komitmen.
“Kalau benar Rp 90 triliun itu akan digelontorkan, setidaknya Rp 500 miliar bisa dijaminkan lebih dulu. Ini penting agar publik tidak disuguhi angan-angan tanpa dasar,” katanya.
Pemaparan dari Marina Bay dilakukan secara tertutup, membuat publik dan media bertanya-tanya soal isi detail pertemuan. Ketika dikonfirmasi, LAZ menyebut pihaknya juga sempat menelusuri kesiapan lahan serta timeline realisasi proyek.
“Kita butuh sesuatu yang konkret. Mana tahapannya? Jangan hanya presentasi yang megah, tapi realisasinya tak kelihatan,” ujarnya.
Rencana ambisius membangun smart city di Lombok Barat dengan branding “Marina Bay” memang mengundang perhatian luas, namun pemerintah daerah tidak ingin menjadi korban janji manis tanpa tindak lanjut.
Dengan sikap tegas Bupati Lobar, publik kini menunggu, apakah investor Marina Bay benar-benar datang membawa harapan, atau hanya sekadar ilusi investasi?


















