investigasiindonesia.com – Langkah besar dilakukan oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) se-Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam mendorong perekonomian lokal. Hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Perbarindo NTB 2025 mengungkap pertumbuhan kredit UMKM yang fantastis, mencapai 30% dalam setahun terakhir—angka yang jauh melampaui rata-rata nasional.
Acara yang digelar di Mataram, Sabtu (19/7), bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran BPR/BPRS sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan. Hadir sebagai pembicara kunci, Deputi Kepala OJK NTB, Catur Surya Perwira, membeberkan fakta mencengangkan: “BPR di NTB bukan hanya bertahan, tapi tumbuh pesat di tengah tantangan global. Ini bukti ketangguhan sektor keuangan lokal.”
OJK NTB menegaskan komitmennya mendorong BPR/BPRS untuk semakin fokus pada penyaluran kredit UMKM. “Ini adalah DNA BPR. Kredit besar harus dikurangi, sementara akses pembiayaan untuk pedagang kecil, petani, dan pengusaha mikro harus diperluas,” tegas Catur.
Data terbaru menunjukkan, 65% portofolio kredit BPR NTB kini disalurkan ke UMKM, dengan tingkat Non-Performing Loan (NPL) yang terjaga di bawah 3%. “Ini prestasi luar biasa. BPR NTB berhasil membuktikan bahwa melayani segmen bawah justru menguntungkan,” tambahnya.
Di tengah gempuran fintech dan bank digital, OJK mendorong BPR NTB untuk bertransformasi. “Teknologi bukan ancaman, tapi peluang. BPR yang go-digital akan menang,” ujar Catur. Beberapa BPR di NTB sudah mulai mengadopsi sistem digital, mulai dari pembukaan rekening online hingga layanan kredit berbasis aplikasi.
Rakerda kali ini juga menjadi momen penting pergantian kepemimpinan. Ketua Perbarindo NTB sebelumnya, H Usman, mengundurkan diri seiring dengan pergantian peran di BPR-nya. “Kami akan segera memilih pejabat ketua baru yang akan memimpin hingga Musdalub digelar,” jelas Usman.
Acara ini juga diisi dengan seminar motivasi yang menghadirkan pembicara nasional, memberi suntikan semangat bagi ratusan pengurus BPR se-NTB. “Kami ingin anggota Perbarindo tidak hanya kuat secara bisnis, tapi juga mental,” kata Yanuar Alfan, Ketua Panitia Rakerda.
Rakerda bertepatan dengan peringatan Hari BPR/BPRS Nasional (21 Mei), mengusung tema “Semangat Bangkit, Bergerak Maju”. Yanuar menegaskan, “Ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin semua insan BPR di NTB makin solid, inovatif, dan terus berkontribusi untuk rakyat.”
Dengan pertumbuhan kredit UMKM yang melesat dan komitmen kuat pada digitalisasi, BPR NTB siap menjadi contoh bagi daerah lain. “Kami percaya, ekonomi rakyat yang kuat adalah pondasi Indonesia maju,” pungkas Catur.


















