investigasiindonesia.com – Dalam suasana hangat penuh semangat kebangsaan dan keislaman, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa. Tak sekadar jargon, nilai-nilai tersebut dijadikan titik tolak kaderisasi politik beretika dan solutif di tengah tantangan zaman.
Hal itu ditegaskan oleh Sekretaris Fraksi PKS MPR RI, H Johan Rosihan, saat memberi arahan dalam pelatihan dan pelantikan anggota Pelopor Baru PKS NTB di Lombok Plaza Hotel, Kota Mataram, Sabtu (19/7). Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan kader muda dari berbagai penjuru NTB.
“Pancasila bukan hanya simbol negara. Ia adalah nilai luhur yang sejalan dengan Islam rahmatan lil ‘alamin, yang wajib kita jaga dan perjuangkan,” tegas Johan.
Dalam forum tersebut, Johan tidak hanya bicara soal ideologi, tapi menekankan pentingnya menghidupkan nilai-nilai Pancasila melalui tindakan nyata, termasuk keberpihakan terhadap keadilan sosial, integritas politik, dan upaya melawan disintegrasi bangsa.
Kader PKS Diminta Jadi Teladan Moral
Menurut Johan, kader pelopor harus tampil sebagai garda depan dalam menjaga etika politik dan menyuarakan keadilan sosial, bukan sekadar menjadi politisi biasa.
“Kita butuh kader yang tidak hanya paham ideologi, tapi juga berani menjaga moralitas politik. Jadilah contoh — dalam ucapan dan perbuatan,” ujar anggota DPR RI Dapil NTB 1 ini.
Dari Pancasila ke Perjuangan Rakyat
Dalam sesi tanya jawab, muncul suara dari kader Sumbawa Barat, Nasrudin Tunru, yang menyinggung tantangan keadilan sosial di sektor pertanian. Johan menyambut baik dan menyatakan, fungsi legislasi harus menjadi instrumen korektif atas ketimpangan.
“Isu pupuk, harga gabah, hingga akses kesehatan adalah ladang perjuangan konkret. Memahami UUD 1945 tidak boleh berhenti di teori, tapi harus berlanjut pada pembelaan terhadap hak-hak rakyat,” ujarnya.
Perpaduan Nasionalisme dan Keislaman
Kegiatan ini mencerminkan sinergi kuat antara nasionalisme dan keislaman. Panggung diwarnai simbol negara berdampingan dengan bendera PKS, mencerminkan visi politik yang inklusif dan transformatif.
“Kami ingin kader PKS bukan hanya pandai bicara, tapi siap jadi pemimpin masa depan yang menjaga negeri ini dengan nilai dan akhlak,” tutup Johan Rosihan.


















