banner 728x250

Dari Desa Bangkit Ekonomi, Kopdes Merah Putih Jadi Lokomotif UMKM NTB

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com– Di tengah upaya memberantas kemiskinan ekstrem dan memperkuat ekonomi akar rumput, Pemerintah Provinsi NTB menghadirkan terobosan baru lewat Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Alih-alih menjadi pesaing, kehadiran koperasi ini justru dirancang sebagai motor penggerak sinergi dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM (DKUKM) NTB, Ahmad Masyhuri, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih hadir bukan untuk mengambil peran UMKM, melainkan untuk memperkuatnya. “Koperasi ini bukan tandingan UMKM. Justru sebaliknya, mereka bisa saling menopang, saling isi, dan menjadi kekuatan ekonomi desa yang lebih kokoh,” ujarnya optimistis.

banner 325x300

Hingga saat ini, tiga desa telah dijadikan model awal pengembangan Kopdes Merah Putih. Di sana, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha kolektif, tapi juga sebagai pusat pemberdayaan UMKM. Lewat skema pembiayaan yang mudah, jaringan pemasaran yang diperluas, serta kemitraan strategis dengan sektor swasta, koperasi ini diproyeksikan mampu mengangkat daya saing pelaku usaha desa.

Masyhuri menekankan pentingnya memahami karakter dua entitas ini. UMKM umumnya berakar dari individu atau keluarga, sedangkan koperasi merupakan kekuatan bersama. “Kita tidak memaksa mereka melebur, tapi kita dorong agar mereka saling mengisi. Karena kolaborasi, bukan kompetisi, yang bisa mengubah wajah desa,” tegasnya.

Program Kopdes Merah Putih sendiri merupakan bagian dari Program Desa Berdaya NTB yang menargetkan terbentuknya koperasi aktif di 106 desa kategori kemiskinan ekstrem hingga Oktober 2025. Target ini tidak hanya soal angka, tapi juga soal dampak sosial-ekonomi yang berkelanjutan.

Untuk itu, DKUKM NTB telah menyusun strategi implementasi yang matang: mulai dari penyediaan lokasi usaha, pelatihan manajerial, hingga pendampingan intensif. “Kami tidak hanya membentuk koperasi, kami bangun seluruh ekosistemnya,” imbuh Masyhuri.

Lebih dari sekadar program, Kopdes Merah Putih adalah cermin perubahan cara pandang pembangunan desa—dari pendekatan bantuan menjadi pemberdayaan. Jika kolaborasi koperasi dan UMKM ini berhasil, maka desa-desa di NTB tak sekadar bangkit, tapi benar-benar berdaulat secara ekonomi.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *