banner 728x250

Lonjakan Harga Bawang & Tomat, dan kekhawatiran jelang Maulid capai puncaknya

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Aroma dapur kini bukan hanya soal cita rasa, tapi juga angka rupiah yang terus membumbung. Dalam sepekan terakhir, harga bawang merah di pasar-pasar tradisional Kota Mataram melonjak tajam hingga menyentuh Rp 50 ribu per kilogram. Tak sendiri, tomat pun ikut memerah bukan karena masak, tapi karena harganya yang naik jadi Rp 25 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp 10 ribuan.

“Lagi mahal semua, Mbak. Bawang besar Rp 50 ribu, tomat naik juga. Padahal biasanya enggak segini,” keluh Rahmayani, warga Kota Mataram usai berbelanja di Pasar Mandalika, Jumat (25/7).

banner 325x300

Lonjakan harga ini membuat banyak ibu rumah tangga mulai ‘memasak strategi baru’ agar pengeluaran tetap aman. Namun, kekhawatiran tetap menghantui, terlebih jelang momentum keagamaan seperti Maulid yang biasanya diikuti peningkatan permintaan bahan pokok.

“Sebentar lagi Maulid, pasti harga makin melonjak. Kalau sekarang saja sudah begini, besok bisa lebih parah,” ujar Rahmayani, menatap kantong belanjaannya yang mulai ringan.

Ahmad, salah satu pedagang sembako di Pasar Mandalika, membenarkan kenaikan harga tersebut bukan karena permainan pasar, melainkan karena faktor pasokan. “Barang dari petani memang lagi seret. Kami ambilnya dari distributor juga sudah tinggi harganya. Panen lagi nggak bagus,” jelasnya.

Menurut Ahmad, faktor cuaca turut berperan besar. Hujan tak menentu, lahan basah, dan serangan hama di beberapa sentra produksi bawang dan tomat membuat hasil panen menurun drastis.

Ironisnya, di tengah lonjakan harga dua komoditas ini, harga cabai rawit justru relatif stabil. “Cabai rawit masih normal, mungkin karena pasokannya masih banyak,” tambah Ahmad.

Masyarakat kini berharap ada respons cepat dari pemerintah daerah. Tak cukup hanya imbauan atau sidak pasar, tetapi juga solusi konkret seperti operasi pasar atau subsidi distribusi dari daerah sentra produksi.

“Kalau bisa ada bantuan untuk pasar-pasar. Jangan sampai warga kecil makin susah karena harga makin menggila,” pinta Rahmayani.

Dengan Maulid Nabi di depan mata dan musim panen yang belum bersahabat, warga berharap dapur mereka tak harus terus ‘terbakar’ oleh mahalnya harga kebutuhan pokok.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *