banner 728x250
Berita  

Masker 12 Miliar,Benang Kusut Dugaan Korupsi yang Menyeret Nama Dewi Noviany!

banner 120x600
banner 468x60

Anggaran besar, nama besar, dan kasus yang mengundang tanda tanya besar! Dugaan korupsi pengadaan masker Covid-19 tahun 2020 senilai Rp12,3 miliar kini menjadi perhatian publik setelah menyeret nama mantan Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviany, ke dalam pusaran hukum. Kasus yang diusut Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polresta Mataram ini semakin panas setelah surat pemeriksaan untuk Noviany dilayangkan oleh penyidik.

Kasus ini menjadi lebih menarik karena sosok Dewi Noviany bukan orang sembarangan. Ia adalah adik kandung mantan Gubernur NTB periode 2019–2024, Zulkieflimansyah, yang selama ini dikenal dengan citranya sebagai pemimpin sederhana. Namun, dalam kasus pengadaan masker ini, Noviany yang saat itu menjabat sebagai Kasubag TU di BPKAD NTB disebut-sebut memiliki peran krusial sebagai pemodal.

banner 325x300

BPKP Turun Tangan, Penyidik Menunggu Hasil
“Kami hanya mendampingi. Yang akan melakukan pemeriksaan adalah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” ujar Kanit Tipidkor Satreskrim Polresta Mataram, Iptu I Komang Wilandra, saat dikonfirmasi pada Kamis (19/12).

Pemeriksaan ini dijadwalkan berlangsung di Sumbawa, Minggu (22/12), dengan fokus pada penghitungan kerugian keuangan negara. Sebelumnya, BPKP telah memeriksa ratusan pelaku UMKM yang terlibat dalam proyek pengadaan masker ini. Bahkan, mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, Wirajaya Kusuma, juga telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Kini, Wirajaya menjabat sebagai Kepala Biro Ekonomi Pemprov NTB.

Proyek Besar, Dugaan Mark Up, dan Masker “Ajaib”
Pengadaan masker dengan anggaran sebesar Rp12,3 miliar ini bersumber dari Belanja Tak Terduga (BTT) Dinas Koperasi NTB. Namun, bukannya berjalan mulus, proyek ini justru diduga penuh dengan “trik sulap” anggaran. Penyidik menemukan indikasi perbuatan melawan hukum yang mengarah pada mark up harga dan masker yang tidak sesuai spesifikasi.

Publik pun bertanya-tanya, bagaimana mungkin proyek sebesar itu tidak diawasi dengan ketat? Apalagi, pengadaan ini berlangsung di tengah pandemi, saat setiap rupiah anggaran pemerintah menjadi krusial untuk menyelamatkan nyawa rakyat.

Jejak Kasus: Dari Penyelidikan Hingga Penyidikan
Kasus ini mulai diselidiki sejak Januari 2023 dan resmi naik ke tahap penyidikan pada pertengahan September 2023. Temuan-temuan awal menunjukkan adanya dugaan kuat bahwa pengadaan ini tidak hanya melibatkan Noviany, tetapi juga sejumlah pejabat penting lainnya.

“Pemeriksaan ini sudah berjalan lama, dan kami optimistis dapat segera merampungkan penghitungan kerugian negara,” tambah Komang. Jika terbukti bersalah, pihak-pihak yang terlibat bisa menghadapi ancaman pidana berat sesuai undang-undang tindak pidana korupsi.

“Nama Besar Tidak Kebal Hukum”
Pengamat hukum di NTB, Lalu Firmansyah, menilai bahwa kasus ini akan menjadi ujian besar bagi penegakan hukum di NTB. “Ini bukan sekadar perkara uang. Ini soal kepercayaan masyarakat terhadap integritas pejabat publik. Nama besar tidak boleh menjadi tameng,” tegasnya.

Publik Menanti Kejelasan
Kasus ini tentu akan terus menjadi sorotan, terutama mengingat latar belakang Dewi Noviany dan besarnya angka yang digelontorkan untuk pengadaan masker tersebut. Akankah ini menjadi babak baru dalam penegakan hukum di NTB? Ataukah justru menjadi “sandiwara” baru yang berakhir tanpa kejelasan?

Satu hal yang pasti, publik NTB kini tidak hanya ingin melihat masker sebagai alat pelindung dari virus, tetapi juga ingin melihat “masker” para pejabat yang selama ini menyembunyikan fakta di balik kasus ini segera dibuka lebar-lebar.

“Kita lihat saja nanti, siapa yang akan tersenyum di akhir cerita ini,” pungkas Firmansyah.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *