investigasiindonesia.com – Dari Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, gema perubahan besar dalam perekonomian desa mulai menggema. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Pangan, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, memulai langkah besar dalam memperkuat desa lewat program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih pada Jumat (1/8).
Tak sekadar kunjungan seremonial, Zulhas datang membawa semangat transformasi: desa bukan lagi sekadar penerima program, melainkan produsen dan pusat distribusi ekonomi pangan.
“Kopdes Merah Putih bukan koperasi biasa. Ini adalah badan usaha desa yang mampu menggerakkan roda distribusi pangan, pupuk, dan kebutuhan pokok secara mandiri,” tegas Zulhas di hadapan warga dan tokoh masyarakat, didampingi Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ).
Program Kopdes Merah Putih menjadi bagian penting dalam visi pemerintah membangun ketahanan pangan dari bawah, dimulai dari desa. Melalui koperasi yang produktif dan terstruktur, desa didorong untuk menjadi pelaku aktif dalam rantai distribusi—mengurangi ketergantungan pada tengkulak dan mempercepat akses barang kebutuhan pokok.
Dengan target 1.166 Kopdes aktif di seluruh NTB pada Oktober 2025, program ini mencakup 1.021 desa dan 145 kelurahan, termasuk wilayah-wilayah strategis di Pulau Lombok: Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, dan Kota Mataram.
“Semua desa di Pulau Lombok saat ini sudah punya Kopdes. Kita sedang percepat pembangunan fisik dan operasionalnya,” jelas Zulhas.
Zulhas juga menyampaikan kondisi pangan nasional yang stabil. “Beras kita banjir, stok aman, tidak usah khawatir. Distribusinya kita siapkan lewat SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan),” katanya.
Dengan naiknya harga gabah hingga Rp6.500/kg dan distribusi pupuk yang lebih tepat waktu, pemerintah melihat indikator positif kesejahteraan petani. “Nilai tukar petani meningkat, kemiskinan desa menurun. Ini bukti bahwa arah kebijakan sudah benar,” tegasnya.
Kopdes Merah Putih digadang-gadang menjadi garda terdepan dalam pembangunan desa berbasis kemandirian ekonomi. Dari desa kecil seperti Kekeri, mimpi besar tentang desa yang sejahtera, mandiri, dan menjadi penopang ketahanan pangan nasional kini mulai menjadi kenyataan.
“Kopdes adalah wujud keberanian desa berdikari. Kita ingin desa tak hanya menunggu bantuan, tapi mampu menciptakan solusi ekonomi untuk dirinya sendiri,” tutup Zulhas.


















