banner 728x250

Bale Mangrove, Dari Lahan Angker Penuh Sampah Jadi Mesin Ekonomi Baru di Selatan Lotim

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Siapa sangka, lahan yang dulu dipenuhi sampah dan dikenal angker di Dusun Poton Bako, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, kini menjelma menjadi Bale Mangrove, destinasi wisata yang menjadi kebanggaan baru Lombok Timur bagian selatan.

Kisah lahirnya Bale Mangrove bukan sekadar tentang pembangunan destinasi, tapi tentang perjuangan, ketekunan, dan kesolidan komunitas lokal. Dimulai tahun 2019, sekelompok pemuda Poton Bako menggarap kawasan ini bukan untuk bisnis wisata, melainkan misi konservasi demi mencegah penebangan mangrove liar.

banner 325x300

“Dulu penuh sampah, apalagi saat musim hujan. Kami bersihkan tujuh bulan lebih, barulah tampak asri,” kenang Lukmanul Hakim, Ketua Pokdarwis Bale Mangrove.

Namun perjalanan tak selalu mulus. Tahun 2023, pengelolaan sempat terhenti karena minimnya dukungan. Titik balik terjadi saat bantuan dari PLN dan Kementerian mengalir. Penataan ulang dilakukan, termasuk pembangunan camping ground yang menjadi daya tarik baru.

Kini, Bale Mangrove bukan hanya menyajikan dua panorama dalam satu lokasi sejuknya hutan mangrove dan eloknya pantai selatan Lotim tapi juga memicu lonjakan ekonomi lokal.

200–300 pengunjung per hari dengan pendapatan Rp 1–1,5 juta.

Akhir pekan dan libur: pendapatan bisa menembus Rp 16 juta per hari.

Selain panorama sunrise dan sunset yang memukau, pengelola menawarkan paket wisata edukatif tentang budidaya mangrove, serta tur ke Pantai Pink dan Gili Petelu.

Bale Mangrove kini menjadi simbol kebangkitan kawasan selatan Lotim, bukti bahwa dengan semangat gotong royong, bahkan lahan “terlupakan” bisa menjadi pusat ekonomi, edukasi, dan konservasi.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *