banner 728x250
Berita  

PETANI LOMBOK TENGAH SIAP PANEN BERKAH,MUSIM TANAM PERTAMA DIMULAI DI TENGAH ANCAMAN LA NINA

banner 120x600
banner 468x60

Musim tanam pertama di Lombok Tengah resmi dimulai dengan semangat baru dari para petani, yang kini mulai menyemai bibit padi di wilayah-wilayah sumber air. Fenomena ini diprediksi mencapai puncaknya pada pertengahan Desember 2024, sebagaimana diungkapkan oleh Dinas Pertanian Lombok Tengah. Namun, di beberapa wilayah, aktivitas tanam telah berlangsung lebih awal.

Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Lombok Tengah, Zainal Arifin, mengungkapkan, “Kondisi air yang memadai membuat beberapa wilayah sudah memulai persemaian. Dalam hitungan kami, umur benih sekitar 25 hari sehingga keseluruhan proses tanam akan dimulai pertengahan Desember.”

banner 325x300

Meski sebagian besar wilayah menunggu musim hujan, petani di kawasan utara justru mencatat dinamika menarik. Beberapa lahan baru saja ditanami, sementara yang lain sudah mendekati masa panen. “Wilayah utara tidak terlalu bergantung pada musim, ini yang menjadi kekuatan sekaligus tantangan untuk memastikan keberlanjutan pasokan air,” tambahnya.

Musim Tanam Berhadapan dengan La Nina

BMKG memprediksi pengaruh La Nina akan mulai terasa di Lombok Tengah. Fenomena ini, yang ditandai dengan peningkatan curah hujan dan suhu lebih dingin, menghadirkan harapan sekaligus kekhawatiran. “Kami berharap La Nina ini membawa berkah berupa ketersediaan air yang melimpah, bukan malah menjadi bencana,” ujar Zainal.

La Nina, yang terjadi karena angin pasat bertiup lebih kuat dari biasanya, dapat mengakibatkan perubahan signifikan pada pola hujan. Meski demikian, Dinas Pertanian memastikan ketersediaan pupuk masih cukup untuk mendukung produktivitas petani di musim tanam ini.

Kesiapan Maksimal Petani dan Pemerintah

Dengan semangat optimisme, Dinas Pertanian terus berupaya mempersiapkan para petani menghadapi tantangan musim tanam. “Ketersediaan pupuk sudah kami pantau. Kami juga terus mengimbau petani untuk memanfaatkan curah hujan secara maksimal tanpa mengabaikan risiko banjir di beberapa titik,” tegas Zainal.

Musim tanam kali ini menjadi momentum penting bagi Lombok Tengah untuk membuktikan ketahanan pangan dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan iklim. Para petani berharap, hasil panen tahun ini dapat memenuhi kebutuhan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

Air: Tantangan dan Peluang

Seiring dengan optimisme, para petani tetap harus berjibaku dengan risiko berlebihnya pasokan air yang dapat mengganggu produktivitas. Zainal menutup dengan harapan besar, “Kami percaya, dengan kerja keras bersama, musim tanam ini akan menjadi simbol keberkahan dan kemakmuran bagi seluruh petani Lombok Tengah.”

Musim tanam pertama telah dimulai. Apakah ini awal dari panen melimpah atau tantangan besar akibat anomali cuaca? Waktu yang akan menjawabnya!

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *