banner 728x250
Berita  

Tragedi 7 WNI di Malaysia, Pemulangan Jenazah Terhambat, Keluarga Diminta Kirim Uang Rp 11 Juta!

banner 120x600
banner 468x60

Duka mendalam menyelimuti Lombok setelah tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) asal NTB tewas dalam kecelakaan tragis di jalan Sarikei-Sibu, Sarawak, Malaysia, pada Kamis lalu (21/11). Korban yang diketahui berangkat secara non-prosedural menghadapi tantangan besar dalam proses pemulangan jenazah ke Tanah Air.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, I Gede Putu Aryadi, menegaskan bahwa pemerintah tengah berupaya keras memulangkan jenazah. “Proses ini rumit karena mereka adalah WNI non-prosedural tanpa dokumen resmi. Pemprov NTB dan BP3MI terus berkoordinasi agar jenazah dapat dipulangkan,” ujarnya saat dihubungi tadi malam (24/11).

banner 325x300

Namun, situasi semakin pelik setelah muncul laporan dari keluarga korban bahwa mereka diminta mengirim uang sebesar Rp 11 juta untuk biaya pemulangan jenazah. Dewi Kertasari, keponakan salah satu korban, mengaku ditelepon oleh seseorang dari Malaysia yang meminta uang tersebut. “Kami ragu dan langsung melaporkannya ke Disnaker Lombok Barat. Kami butuh kepastian,” ungkapnya.

Proses Pemulangan yang Berliku

Aryadi menjelaskan, pemulangan jenazah memerlukan banyak dokumen, termasuk surat pernyataan dari keluarga dan kepala desa. Jenazah direncanakan akan dipulangkan melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Entikong, Kalimantan Barat, sebelum dibawa ke Lombok. “Kami upayakan agar proses ini selesai secepat mungkin. Ini soal kemanusiaan,” tegasnya.

Namun, biaya besar menjadi kendala utama. Kepala BP3MI NTB, Noerman Adhiguna, menyebutkan bahwa biaya pemulangan seringkali menjadi tanggungan keluarga korban. “Dalam situasi seperti ini, pemerintah biasanya bergotong royong untuk menanggung biaya tersebut,” katanya.

Peringatan untuk Calon Pekerja Migran

Tragedi ini kembali menyoroti bahaya bekerja ke luar negeri secara non-prosedural. Aryadi mengimbau masyarakat untuk memilih jalur resmi. “Persyaratan pemerintah bukan untuk mempersulit, tetapi melindungi warga agar terhindar dari risiko besar seperti ini,” ujarnya.

Waspada Penipuan di Tengah Duka

Di tengah duka, muncul kekhawatiran terkait penipuan. Kepala Disnaker Lombok Barat, Baiq Fuji Qadarni, meminta keluarga korban untuk tidak mudah percaya pada permintaan uang. “Kami pastikan proses pemulangan jenazah dikoordinasikan dengan baik. Jangan kirim uang kepada siapa pun tanpa konfirmasi resmi,” katanya tegas.

Harapan Keluarga dan Penantian yang Panjang

Hingga kini, keluarga korban masih menanti kabar pasti mengenai pemulangan. Suasana haru menyelimuti Desa Mareje Timur, tempat tinggal almarhum Ridoan, salah satu korban. “Kami hanya berharap jenazah bisa segera dipulangkan. Itu sudah cukup bagi kami,” ujar salah satu anggota keluarga.

Tragedi ini menjadi pengingat betapa pentingnya perlindungan bagi pekerja migran dan bahaya yang mengintai jika memilih jalur non-prosedural. Pemerintah terus berupaya agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *