Kabar gembira untuk para guru di seluruh Indonesia akhirnya diumumkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti. Usai pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Selasa (26/11), Abdul Mu’ti menyampaikan kebijakan monumental yang akan meningkatkan kesejahteraan guru, baik ASN maupun honorer.
Dalam pernyataannya, Abdul Mu’ti memastikan bahwa guru honorer bersertifikasi akan menerima tambahan Rp2 juta di luar honor reguler mereka. Sementara itu, guru ASN, termasuk PNS dan PPPK, akan mendapatkan tambahan 100 persen gaji pokok (gapok).
“Nanti akan disampaikan peningkatan kesejahteraan guru. Non-ASN sebesar Rp2 juta dan peningkatan gaji guru ASN sebesar 1 kali gaji pokok yang mereka miliki,” kata Abdul Mu’ti.
Kebijakan Bersejarah untuk Guru Indonesia
Kebijakan ini disebut-sebut sebagai salah satu langkah berani Presiden Prabowo dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kesejahteraan tenaga pengajar. Tambahan Rp2 juta untuk guru honorer bersertifikasi akan diberikan sebagai tunjangan sertifikasi. Bagi guru ASN, tunjangan ini setara dengan 1 kali gaji pokok. Kebijakan ini juga menegaskan fokus pemerintah pada peningkatan kualitas guru bersertifikasi profesional.
“Tambahan Rp2 juta ini khusus bagi honorer yang sudah bersertifikasi, sedangkan untuk ASN berlaku hanya untuk gaji pokok,” ujar Abdul Mu’ti.
Pertanyaan yang Muncul di Kalangan Guru
Meski membawa angin segar, kebijakan ini menimbulkan sejumlah pertanyaan di kalangan guru, terutama terkait mekanisme pelaksanaan. Beberapa isu yang menjadi perhatian adalah:
Syarat Masa Kerja: Apakah guru honorer bersertifikasi dengan masa kerja kurang dari satu tahun berhak atas tunjangan ini?
Guru Swasta: Bagaimana dengan guru swasta bersertifikasi yang masih bergaji minim? Apakah kebijakan ini juga mencakup mereka?
Honorer Non-Sertifikasi: Bagaimana nasib guru honorer yang belum memiliki sertifikasi, terutama yang telah lama mengabdi?
PPPK Paruh Waktu: Apakah guru PPPK dengan status paruh waktu juga mendapatkan tambahan tunjangan ini?
Pengumuman Resmi di Hari Guru Nasional
Jawaban atas pertanyaan ini diharapkan muncul pada puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2024 yang akan digelar pada 28 November di Velodrom Rawamangun, Jakarta Timur. Presiden Prabowo dijadwalkan membuka acara dengan tema “Guru Hebat Indonesia Kuat.”
Acara ini juga akan dihadiri oleh ribuan guru dari seluruh penjuru negeri, yang mewakili suara dan aspirasi rekan-rekan sejawat mereka.
“Ini momentum besar untuk menghormati perjuangan guru. Dengan kebijakan ini, kita harapkan mereka lebih termotivasi dan Indonesia memiliki pendidikan yang lebih berkualitas,” ungkap Abdul Mu’ti.
Masa Depan Pendidikan Indonesia
Kenaikan tunjangan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo Subianto benar-benar berkomitmen terhadap reformasi pendidikan. Dengan kesejahteraan yang meningkat, guru diharapkan dapat fokus penuh pada pengembangan siswa, mencetak generasi emas yang akan membawa Indonesia ke puncak kejayaan.
Berbagai pihak menyambut baik langkah ini meskipun masih ada catatan perbaikan yang harus dilakukan. Apakah kebijakan ini akan menjadi tonggak awal transformasi pendidikan Indonesia? Semua mata kini tertuju pada pelaksanaan program ini.
“Guru Hebat, Indonesia Kuat!” – Sebuah cita-cita yang kini mulai terwujud.


















