banner 728x250
Berita  

PAD Pasar Meledak! Retribusi Pedagang Jadi Andalan Baru di Kabupaten Lombok Utara

banner 120x600
banner 468x60

Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pasar di Kabupaten Lombok Utara (KLU) menunjukkan tren positif sejak pengelolaannya diambil alih oleh Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Perindag). Dalam kurun waktu Januari hingga November 2024, tercatat penerimaan retribusi jasa umum dan jasa usaha berhasil menyentuh angka fantastis, yaitu lebih dari Rp 800 juta.

Menurut laporan terkini, retribusi ini berasal dari berbagai sektor seperti sewa los, pelataran, cukai harian, hingga sewa toko. Target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp 1,2 miliar terlihat semakin mendekati realisasi, berkat upaya masif dari Dinas Perindag. Bahkan, Kepala Dinas Koperasi, UKM Perindustrian dan Perdagangan, Haris Nurdin, optimis target tersebut akan tercapai sebelum tahun berganti.

banner 325x300

Kunci Kesuksesan: Penagihan Maksimal dan Potensi Baru

Haris menjelaskan bahwa bulan-bulan terakhir tahun ini menjadi momen krusial karena banyak pedagang yang biasanya melakukan pembayaran pada akhir tahun. Strategi penagihan yang dimaksimalkan di sisa waktu ini diharapkan mampu menutup selisih target yang tersisa. “Kami yakin, dengan sisa waktu ini dan pembayaran yang mulai ramai, target Rp 1,2 miliar akan terlampaui,” ungkapnya penuh keyakinan.

Lebih lanjut, potensi peningkatan PAD di tahun mendatang juga menjadi perhatian serius. Untuk tahun 2025, target retribusi dinaikkan menjadi Rp 1,4 miliar. Hal ini didukung oleh rencana optimalisasi toko-toko yang selama ini belum ditempati. Beberapa toko yang sudah memiliki penyewa namun tak digunakan akan dialihkan kepada pedagang baru. Langkah ini diyakini akan menggenjot pemasukan secara signifikan.

Tarif Retribusi: Lebih Terjangkau, Lebih Potensial

Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 9 Tahun 2023 mengatur secara rinci tarif retribusi pasar, yang disesuaikan dengan lokasi dan tipe pasar. Untuk pasar tipe A seperti Pasar Pemenang dan Tanjung, tarif sewa toko yang menghadap jalan ditetapkan sebesar Rp 24.500 per meter persegi setiap bulan, sedangkan untuk toko di dalam pasar sebesar Rp 14.000 per meter persegi.

Pasar lainnya seperti Gondang, Santong, dan Ancak memiliki tarif yang sedikit lebih rendah. Sewa toko pinggir jalan dikenakan Rp 22.000 per meter persegi setiap bulan, sementara toko di dalam pasar dikenakan Rp 12.500. Untuk pasar tipe C seperti Kayangan, Tampes, dan Anyar, tarif sewa toko pinggir jalan ditetapkan sebesar Rp 20.000, dan toko di dalam pasar sebesar Rp 11.000 per meter persegi setiap bulan.

Tidak hanya itu, retribusi harian bagi pedagang los, pelataran, dan toko juga menjadi penyumbang signifikan PAD. Tarifnya yang terjangkau, seperti Rp 2.000 per hari untuk pedagang los dan Rp 1.500 untuk pedagang pelataran, memungkinkan seluruh lapisan pedagang berkontribusi terhadap pendapatan daerah.

Tantangan dan Peluang di Tahun 2025

Meski menunjukkan performa cemerlang, Dinas Perindag masih menghadapi tantangan, terutama dalam memaksimalkan potensi pasar yang belum tergarap sepenuhnya. Optimalisasi toko-toko kosong serta meningkatkan kepatuhan pedagang terhadap pembayaran retribusi menjadi fokus utama tahun depan.

Langkah strategis seperti alih fungsi toko yang tidak digunakan dan pendekatan persuasif kepada pedagang diharapkan mampu menjadikan target Rp 1,4 miliar bukan sekadar angka, melainkan pencapaian nyata. “Kami tidak hanya ingin mencapai target, tetapi juga memberikan pelayanan terbaik kepada pedagang sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas Haris.

PAD Pasar: Pilar Baru Ekonomi Daerah

Dengan pencapaian luar biasa di tahun 2024 dan optimisme tinggi untuk 2025, PAD dari sektor pasar kini menjadi pilar penting bagi pembangunan daerah. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan manajemen yang efektif, tetapi juga sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kabupaten Lombok Utara kini memiliki peluang besar untuk menjadikan pasar sebagai salah satu roda penggerak ekonomi yang berkelanjutan. Dengan strategi yang tepat, tak menutup kemungkinan PAD dari retribusi pasar akan terus mencetak rekor baru di tahun-tahun mendatang.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *