banner 728x250
Berita  

BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem, Hujan dan Angin Kencang Ancam NTB Hingga Akhir Tahun

banner 120x600
banner 468x60

Cuaca ekstrem terus melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Lombok Barat. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir tahun, dengan intensitas yang berpotensi meningkat di awal 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Fenomena La Nina Awal 2025

banner 325x300

BMKG menyebutkan bahwa dinamika atmosfer menunjukkan gejala yang mengarah pada fenomena La Nina pada Maret hingga Mei 2025. Fenomena ini akan membawa dampak peningkatan curah hujan yang signifikan di berbagai wilayah NTB. “Potensi hujan lebat disertai angin kencang akan menjadi ancaman serius, terutama bagi daerah rawan bencana,” ujar salah satu staf BMKG.

Meski saat ini kondisi ENSO masih berada pada fase netral, pola hujan di NTB sudah mulai meningkat akibat transisi ke musim penghujan. Dalam tiga dasarian Desember, intensitas hujan diperkirakan akan mencapai puncaknya. BMKG terus memantau dinamika atmosfer untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Dampak di Sektor Kehidupan

Cuaca ekstrem ini tidak hanya mengganggu aktivitas harian masyarakat tetapi juga berdampak pada berbagai sektor penting:

  1. Pertanian: Banyak petani melaporkan kerusakan lahan akibat intensitas hujan tinggi yang merendam sawah mereka. Infrastruktur irigasi juga mengalami kerusakan parah di beberapa wilayah. Pola tanam terganggu, yang berpotensi memengaruhi hasil panen secara signifikan.
  2. Perikanan: Para nelayan di Dusun Kurang Bangsal, Desa Kuranji Dalang, memilih untuk menghentikan aktivitas melaut. Gelombang tinggi dan angin kencang membuat mereka terpaksa mengangkat perahu ke daratan untuk menghindari kerusakan. Hasil tangkapan ikan pun menurun drastis.
  3. Pariwisata: Destinasi wisata pesisir seperti Pantai Senggigi dan Gili Tramena mengalami penurunan jumlah pengunjung. Aktivitas wisata bahari terhenti, sementara beberapa infrastruktur di kawasan wisata rusak akibat hempasan ombak tinggi.

Langkah Antisipasi

BMKG mengimbau masyarakat untuk segera mengambil langkah mitigasi bencana. Beberapa upaya yang disarankan antara lain:

Memastikan drainase tetap bersih agar genangan air tidak meluas ke permukiman.

Tidak membuang sampah sembarangan, yang dapat menyumbat saluran air dan memperburuk kondisi banjir.

Mengamankan barang-barang berharga di rumah yang rawan terkena dampak banjir.

Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait jika terjadi bencana.

Nelayan dan Penduduk Bersiap

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas masyarakat pesisir mulai berubah. Para nelayan memilih mengamankan perahu mereka ke lokasi yang lebih tinggi, sementara warga di daerah rawan longsor telah mempersiapkan diri untuk kemungkinan evakuasi.

Gelombang laut yang mencapai ketinggian ekstrem membuat kawasan pantai menjadi sepi aktivitas. Tanggul-tanggul yang ada tampak mulai terkikis akibat hantaman ombak keras.

Prediksi Akhir Tahun yang Berat

BMKG memprediksi bahwa Desember menjadi bulan krusial dengan curah hujan tinggi yang terus meningkat. Masyarakat diminta tetap mengikuti informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi. Bagi para petani, nelayan, dan pelaku usaha pariwisata, peringatan dini ini menjadi sinyal untuk menyiapkan strategi menghadapi potensi kerugian.

Keberadaan cuaca ekstrem ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan adalah kunci menghadapi bencana alam. Semua pihak diharapkan bersinergi untuk mengurangi dampak buruk yang mungkin terjadi.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *