banner 728x250
Berita  

10.000 Tumbler Gratis dan Larangan Plastik Sekali Pakai di Rinjani, Langkah Baru NTB Awal 2025

Single-use plastic ban - a red slashed circle over a plastic shopping/carrier bag.
banner 120x600
banner 468x60

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) membuat gebrakan besar untuk mengurangi sampah plastik di kawasan Gunung Rinjani. Mulai awal 2025, larangan penggunaan plastik sekali pakai seperti bungkus makanan dan botol plastik akan diberlakukan secara ketat. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga keindahan dan kelestarian alam Rinjani, yang selama ini terganggu oleh sampah pendaki.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Jamaludin Malady, mengumumkan kebijakan ini sebagai bagian dari kampanye “Rinjani Bebas Plastik”. “Pendaki tidak diizinkan naik tanpa membawa tumbler untuk air minum dan tupperware untuk makanan mereka,” tegasnya dalam konferensi pers di Mataram kemarin. Langkah ini, menurutnya, adalah wujud komitmen NTB dalam mendukung pariwisata berkelanjutan.

banner 325x300

Sebagai bagian dari implementasi kebijakan, Dinas Pariwisata menggandeng para pelaku usaha pariwisata di kawasan sekitar Gunung Rinjani. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah distribusi tumbler gratis kepada para pendaki. Para pengusaha penginapan telah menyatakan komitmennya untuk mendukung program ini dengan menyumbangkan hingga 10.000 tumbler secara cuma-cuma pada tahap awal.

Selain distribusi gratis, tumbler dan tupperware juga akan dijual dengan harga subsidi. Pendaki dapat membeli perlengkapan ini di titik-titik strategis seperti pintu masuk pendakian dan penginapan di kawasan sekitar. Tujuan utamanya adalah mengganti penggunaan botol plastik sekali pakai yang selama ini menjadi penyumbang terbesar sampah di Rinjani.

Langkah ini tidak hanya bertujuan mengurangi sampah plastik, tetapi juga mengedukasi para pendaki tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Para pemandu wisata yang tergabung dalam asosiasi resmi juga akan diberikan pelatihan khusus untuk memastikan kebijakan ini berjalan dengan baik di lapangan. Mereka akan bertugas memeriksa perlengkapan pendaki sebelum pendakian dimulai.

Berdasarkan data TNGR, lebih dari 50 ton sampah plastik dihasilkan setiap tahun dari aktivitas pendakian di Gunung Rinjani. Angka ini menjadi alasan utama di balik kebijakan drastis tersebut. Pemerintah daerah berharap bahwa dengan kebijakan baru ini, volume sampah plastik dapat berkurang hingga 80 persen dalam tahun pertama penerapan.

Tidak hanya itu, NTB juga berencana untuk menjadikan Rinjani sebagai percontohan nasional dalam pengelolaan sampah plastik di kawasan pariwisata. Jika kebijakan ini berhasil, model serupa akan diterapkan di destinasi wisata lainnya di NTB, seperti Gili Trawangan, Meno, dan Air.

Kebijakan ini telah menuai banyak pujian dari berbagai kalangan, termasuk aktivis lingkungan dan komunitas pendaki. Namun, tidak sedikit juga yang mengkritik kesiapan logistik dan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung kebijakan ini. “Penting untuk memastikan ketersediaan perlengkapan pengganti plastik dan edukasi yang memadai kepada para pendaki,” kata salah seorang pengusaha penginapan di Sembalun.

Meski demikian, optimisme tetap tinggi. Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas pendaki, kebijakan ini diyakini mampu membawa perubahan besar bagi kelestarian Gunung Rinjani. Sebagai salah satu ikon wisata NTB yang mendunia, Rinjani kini bersiap menjadi simbol komitmen Indonesia terhadap pariwisata berkelanjutan.

Dengan langkah ini, NTB berharap bisa menginspirasi daerah lain di Indonesia untuk mengambil langkah serupa. Awal 2025 akan menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan Rinjani sebagai destinasi yang tidak hanya indah tetapi juga ramah lingkungan.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *