banner 728x250
Berita  

Drama Kabid Pungli,Dari Uang Administrasi hingga Malu yang Menular ke Kadis

banner 120x600
banner 468x60

Dunia pendidikan di Nusa Tenggara Barat kembali tercoreng oleh dugaan praktik tak terpuji yang menyeret nama Ahmad Muslim, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB, sebagai tersangka kasus dugaan pungutan liar (pungli). Kasus ini mencuat setelah penyidik Satreskrim Polresta Mataram menggali lebih dalam aliran dana yang diduga hasil pemerasan dari proyek pengadaan bahan bangunan di SMKN 3 Mataram.

Namun yang lebih mengejutkan, Kepala Dinas Dikbud NTB, H Aidy Furqan, mengaku siap jika diminta bersaksi. “Saya tunggu saja panggilan. Kalau memang diminta untuk menjadi saksi, ini demi penegakan hukum,” katanya dengan nada getir saat ditemui Jumat (13/12).

banner 325x300

“5-10 Persen Rasa Administrasi”
Modus yang digunakan AM, sapaan Ahmad Muslim, sungguh kreatif namun destruktif. Dengan dalih “uang administrasi,” ia mematok tarif 5-10 persen dari nilai proyek. Tak hanya itu, uang ini disebut-sebut menjadi syarat bagi kontraktor untuk melenggang mulus dalam proyek pengadaan. Polresta Mataram bahkan menyebut ada skema sistematis dalam permainan ini, yang melibatkan proposal proyek dan lelang sebagai jaring pemerasan.

“Pak Kabid meminta uang dengan peribahasa 5-10 persen. Pak Kabid itu bicara ini sebagai administrasi,” ungkap AKP Regi Halili, Kasatreskrim Polresta Mataram, blak-blakan.

Kadis Malu, Pegawai Tetap Tenang
Meski mengaku sangat kecewa, Aidy Furqan memastikan kasus ini tidak akan mengganggu aktivitas di dinas yang ia pimpin. Namun, ia tak bisa menyembunyikan rasa malunya. “Saya sangat menyesalkan, sangat kecewa juga, dan saya sangat malu akan hal ini,” ujar Aidy, yang terlihat berusaha keras menahan emosi.

Aidy juga menegaskan kepada seluruh pegawainya untuk tetap bekerja sesuai aturan dan menghindari godaan melakukan tindakan melawan hukum. “Nggak boleh terjerumus, teman-teman. Ini harus jadi pelajaran agar tidak terulang lagi,” tegasnya sambil mengingatkan pentingnya integritas dalam bekerja.

Pekerjaan DAK Tetap Lanjut, Tapi Nama Baik?
Terlepas dari kasus ini, Aidy memastikan pengerjaan proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tetap berjalan sesuai rencana. “Untuk DAK yang belum selesai, kami mau pastikan semuanya berjalan lancar,” ujarnya optimistis.

Namun, apakah semangat ini cukup untuk mengembalikan nama baik Dinas Dikbud NTB yang kini tercoreng? Publik tentu menunggu hasil penyelidikan yang lebih mendalam untuk mengungkap apakah ada pihak lain yang terlibat.

Jejak Karier yang Kini Dipertanyakan
Ahmad Muslim sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya di Badan Riset Daerah NTB. Maret lalu, ia dimutasi ke posisi Kepala Bidang Pembinaan SMK. Sosoknya dikenal sebagai pribadi yang serius dalam menyelesaikan tugas, menurut Aidy Furqan. Namun, kepribadiannya di luar kantor kini menjadi pertanyaan besar.

“Kalau di kantor, ya sesuai tugasnya. Tapi di luar kantor, kita nggak ngerti,” ujar Aidy dengan nada datar, seperti enggan menambahkan komentar.

Skenario Baru atau Akhir dari Drama?
Kasus ini masih jauh dari selesai. Penyidik kini mendalami aliran dana untuk mengidentifikasi apakah ada oknum lain yang terlibat. Meski Aidy enggan berkomentar lebih jauh tentang kemungkinan keterlibatan pihak lain, publik jelas menunggu transparansi dan keadilan dalam penyelesaian kasus ini.

Amanat untuk Pegawai: Jangan Lagi Ada Drama!
Sebagai penutup, Aidy berharap agar kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh jajarannya. “Mudah-mudahan ini tidak terulang lagi. Kita harus kawal ini bersama-sama,” tegasnya.

Namun, apakah harapan Aidy cukup untuk memulihkan kepercayaan publik? Atau kasus ini justru menjadi pembuka untuk drama baru yang lebih besar? Kita tunggu saja babak selanjutnya.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *