banner 728x250
Berita  

10 Hari Mencekam NTB, Hujan Lebat, Banjir Mengintai, dan Gelombang Tinggi Siap Hantam!

banner 120x600
banner 468x60

Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam siaga tinggi! Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB resmi mengeluarkan peringatan potensi hujan lebat selama 10 hari berturut-turut yang bisa berubah jadi malapetaka jika diabaikan. Kepala BPBD NTB, Ahmadi, dengan tegas mengingatkan: “Jangan anggap remeh! Hujan deras, kilat, banjir, dan longsor sedang antre menunggu giliran.”

Lebih dari delapan kabupaten/kota, termasuk Lombok Utara, Lombok Barat, Kota Mataram, Sumbawa, Dompu, dan Bima, menjadi wilayah berisiko tinggi. “Wilayah-wilayah ini rawan banjir karena sungai-sungai besar dan elevasi rendah. Apalagi jika hujan turun malam hari, kita bisa kecolongan,” ujarnya.

banner 325x300

Gelombang Tinggi Siap Telan Perairan NTB
Bagi nelayan dan masyarakat pesisir, peringatan kali ini seperti alarm bahaya berlapis. Gelombang laut setinggi lebih dari 2 meter diperkirakan bakal menghantam Selat Lombok, Selat Alas, Samudera Hindia, hingga Selat Sape. Para wisatawan bahari diingatkan untuk berpikir dua kali sebelum berlayar. Jangan sampai wisata indah berubah jadi petaka.

“Yang suka liburan ke pantai, lebih baik tahan dulu hasrat main air. Karena airnya bukan untuk berenang, tapi siap menyapu semuanya!” kata seorang warga pesisir dengan nada khawatir.

Drama 10 Hari: Bersiap atau Tenggelam?
Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan buruk masyarakat yang masih hobi buang sampah sembarangan. Saluran drainase mampet? Banjir melanda. Kepala BPBD NTB meminta semua pihak “jangan tidur nyenyak!”. Harus ada yang berjaga di tiap lingkungan jika hujan deras turun malam hari.

“Malam bukan waktunya jadi pahlawan tidur. Kalau air naik mendadak, siapa yang mau terbangun dengan basah kuyup?” ujarnya mengingatkan.

BMKG: “Bersiaplah Natal dan Tahun Baru Ekstrem!”
Tak hanya BPBD, BMKG NTB menambahkan ketegangan: cuaca ekstrem siap memukul NTB hingga periode Natal dan Tahun Baru 2025. Perayaan akhir tahun yang biasanya meriah, kali ini terancam basah kuyup.

Zulaichah dari BMKG menegaskan, “Ini bukan main-main. Infrastruktur harus diperkuat. Jangan sampai jembatan putus atau longsor mengisolasi daerah. Pemerintah harus sigap!”

Warga NTB: Listrik Aman, Tapi Alam Siap Mengamuk
Ironisnya, di tengah kekhawatiran banjir dan longsor, PLN NTB sibuk merayakan keberhasilan gasifikasi PLTMGU Lombok Peaker yang diklaim akan membuat pasokan listrik lebih andal. Tapi listrik stabil bukanlah jawaban atas banjir. “Percuma terang benderang kalau rumah sudah terendam air!” ujar salah satu warga Mataram dengan nada sinis.

Catatan Akhir: Stop Santai, Waspada 24 Jam!
Inilah waktunya masyarakat NTB benar-benar waspada dan kompak menjaga lingkungan. Satu sampah di got bisa memicu banjir satu kota. Ini bukan film bencana Hollywood. Ini nyata. Jika hujan turun deras selama 10 hari, NTB bisa tenggelam dalam genangan.

Seperti kata Ahmadi, “Jaga lingkungan, siapkan tenaga pemantau, dan berhenti abai. Kalau kapal NTB bocor, kita semua tenggelam!”

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *