Hati-hati jatuh cinta, apalagi jika terjebak dalam segitiga asmara. Itulah pelajaran yang bisa dipetik dari insiden di Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Ahlul Udata (korban) menjadi sasaran tikaman Aris Munandar (AM), seorang pria yang rupanya tak rela berbagi cinta dengan seorang janda berinisial N. Kisah ini bagaikan sinetron, tapi terjadi di kehidupan nyata.
Pelaku, AM, ditangkap bak adegan film laga. Senin (16/12), sekitar pukul 15.00 WITA, tim gabungan Satreskrim Polres Bima dan Polsek Bolo berhasil membekuk pelaku di lokasi persembunyiannya yang cukup terpencil: Bendungan La Nangga, Desa Tembalae, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Iptu Ruslan, Kapolsek Madapangga, membeberkan kronologinya dengan detail.
Penikaman di Tengah Jalan Malam
Kejadian ini berawal pada Sabtu malam (14/12), sekitar pukul 22.30 WITA. Ahlul Udata sedang berkendara santai dari Desa Mpuri menuju Desa Rato. Siapa sangka, nasib malang menanti di Desa Tonda, Kecamatan Madapangga.
“Saat melintas di Desa Tonda, korban tiba-tiba dihentikan oleh pelaku yang langsung memukul korban mengenai pelipis sebelah kanan. Tidak puas, pelaku langsung menikam korban menggunakan belati,” terang Iptu Ruslan.
Tikaman itu bukan main-main. Belati tajam milik Aris menghujam dada sebelah kiri dan perut korban. Namun, nyawa Ahlul masih beruntung. Dengan luka parah, ia masih bisa melarikan diri menyelamatkan nyawanya. Warga sekitar yang panik segera membawanya ke puskesmas terdekat.
“Korban berhasil diselamatkan berkat respons cepat warga sekitar. Setelah mendapat perawatan medis, kondisinya perlahan membaik,” tambah Iptu Ruslan.
Motif Cinta Segitiga: Janda N Jadi Pemicu
Dari penyelidikan polisi, motif penikaman ini diduga karena kecemburuan. Tak bisa dipungkiri, cinta memang bisa membuat orang buta dan nekat. Baik korban Ahlul maupun pelaku Aris sama-sama dikabarkan menyimpan perasaan untuk seorang janda berinisial N.
“Informasinya, korban pulang dari ladang N usai membantu menanam jagung. Nah, N ini disebut-sebut menjalin hubungan asmara dengan korban,” ungkap salah seorang penyidik yang tak mau disebutkan namanya.
Aris, yang mungkin sudah lama menaruh hati pada N, rupanya tak bisa menerima kedekatan Ahlul dengan sang janda idamannya. Puncaknya, Aris mengambil jalan pintas: tikaman maut yang hampir merenggut nyawa Ahlul.
Penangkapan Dramatis di Persembunyian
Pasca penikaman, Aris Munandar tak langsung menyerahkan diri. Dia memilih kabur dan bersembunyi di Bendungan La Nangga, Desa Tembalae. Namun, secerdik apapun bersembunyi, jejaknya tetap terlacak oleh tim gabungan kepolisian.
“Penangkapan berjalan lancar. Pelaku tak berkutik ketika petugas mengepung tempat persembunyiannya,” tutur Iptu Ruslan.
Kini Aris Munandar harus siap mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi telah membawanya ke Polres Bima untuk proses hukum lebih lanjut.
Pelajaran: Jangan Cemburu Buta, Jangan Nekat!
Kisah cinta segitiga ini menjadi viral di tengah masyarakat Bima. Banyak yang menyayangkan tindakan Aris yang begitu nekat hanya karena persoalan asmara. Di media sosial, netizen heboh berkomentar, “Kalau nggak tahan mental, jangan main cinta segitiga!”
Ada juga yang menyindir, “Mau rebut hati janda, malah berakhir rebutan di tahanan.”
Bagi korban Ahlul, kejadian ini tentu menjadi luka, baik secara fisik maupun mental. Sementara bagi Aris, ia harus merenung di balik jeruji besi sambil memikirkan perasaannya terhadap N.
Kisah ini menyisakan banyak pelajaran penting: cinta itu indah, tapi kalau disertai cemburu buta dan emosi, hasilnya bisa jadi bencana. Untuk janda N sendiri? Masih belum ada pernyataan dari pihak terkait. Yang jelas, ia jadi tokoh utama dalam drama kehidupan yang tak kalah seru dari sinetron prime time!
Viralnya dijamin! Kalau cinta segitiga saja bikin tajam-tajaman, kapan tajam otaknya?


















