banner 728x250
Berita  

Monumen Mataram Metro, Mahal Tapi Gelap, Lampu Hias Hilang Seperti Disantet!

banner 120x600
banner 468x60

Miris tapi nyata. Monumen Mataram Metro yang digadang-gadang sebagai ikon megah Kota Mataram malah bak cerita horor di malam hari. Lampu-lampu hias yang seharusnya membuat wajah kota berkilau, justru banyak yang hilang seperti disantet entah ke mana.

“Ini jangan sampai terjadi lagi. Lampu-lampu hias jangan sampai hilang, dan harus ada penjaga yang tetap bertugas di lokasi Monumen Mataram Metro,” kata Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gde Wiska, Selasa (17/12).

banner 325x300

Coba bayangkan, kawasan monumen setinggi 50 meter yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah ini kini jadi gelap gulita di sisi utara dan selatan. Situasi ini membuatnya terlihat lebih cocok jadi lokasi uji nyali dibanding ruang rekreasi. Warga yang tadinya berharap bisa duduk-duduk santai sambil menikmati pemandangan malam malah memilih pergi, takut pulang bawa cerita mistis.

Lebih parah lagi, kondisi ini terjadi bukan tanpa sebab. Gde Wiska terang-terangan menyebut tata letak lampu yang “mudah dilepas” jadi salah satu biang kerok. Tanpa pengawasan dan pemeliharaan ketat, lampu-lampu itu gampang hilang bak diculik makhluk gaib. CCTV pengawasan pun belum terlihat nongol di sana. “Harus ada penjagaan yang ketat, dan melengkapi dengan CCTV,” tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Monumen Mahal Tapi Hanya Pajangan

Lebih bikin geleng-geleng kepala, meski megah menjulang setinggi 50 meter, Monumen Mataram Metro belum berfungsi sebagaimana rencana awalnya. Desain awal sebenarnya sudah canggih: ada fasilitas lift untuk membawa pengunjung naik ke puncak, menikmati panorama Kota Mataram dari ketinggian. Tapi apa daya, hingga kini lift itu belum terlihat batang hidungnya. Akhirnya, monumen itu lebih sering jadi pajangan yang bikin penasaran, tapi tak bisa dinikmati.

“Ini harus menjadi perhatian bersama. Karena ini pintu masuk Kota Mataram dari ujung selatan. Sebaiknya penataan dan pemeliharaan lebih baik lagi,” harap Gde Wiska.

Anggaran Miliaran Tapi Terbengkalai

Anggota Komisi III lainnya, Ismul Hidayat, menambahkan bahwa perencanaan Monumen Mataram Metro sejak awal memang terkesan kurang matang. Meski sudah dipoles ulang tiap tahun, kondisi monumen masih setengah hati. Bahkan, beberapa area masih terlihat seperti “semak-semak” yang terbengkalai.

“Kita harapkan perencanaan lebih matang ke depan, serta tidak ada lagi lampu maupun ornamen yang hilang. Ini menyangkut wajah kota,” kata Ismul.

Padahal, anggaran miliaran rupiah sudah digelontorkan. Ruang Terbuka Hijau (RTH) di sekitar tugu yang seharusnya jadi tempat favorit warga untuk bersantai, malah dipandang sebelah mata. Pemeliharaan tugu yang masih menggunakan sistem “keroyokan” antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perkim, dan Dinas PUPR semakin memperburuk keadaan.

Janji Manis PUPR

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, berkilah bahwa penataan sudah dikonsep bersama-sama dengan OPD terkait. Menurutnya, pemeliharaan dan penjagaan kawasan ini akan menjadi atensi bersama di masa depan.

“Untuk sarana dan prasarana, nantinya akan terus dijaga dan dirawat dengan baik, sesuai masukan dari berbagai pihak,” ujarnya. Sayangnya, janji manis ini terdengar seperti deja vu. Warga masih menunggu bukti nyata, bukan hanya wacana tanpa ujung.

Ikon atau Beban?

Monumen Mataram Metro seharusnya menjadi kebanggaan kota. Tapi kalau kondisi seperti ini dibiarkan, ia malah jadi bahan tertawaan. Sebuah monumen yang seharusnya ‘megah dan terang’ kini justru gelap dan suram. Lampu-lampu hias yang hilang hanya satu dari banyak PR yang harus segera dituntaskan.

Warga berharap pemerintah setempat benar-benar serius menangani persoalan ini. Jangan sampai ikon mahal itu malah jadi beban APBD, dan hilang sinarnya seperti lampu-lampu yang dicuri.

“Monumen mahal tapi gelap, apakah ini wajah Kota Mataram?”

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *