banner 728x250
Berita  

NTB Melek Saham, Dari Pondok Pesantren Sampai Kampus, Investor Bertumbuh Bak Cendawan di Musim Hujan!

banner 120x600
banner 468x60

Jika dulu pasar modal dianggap urusan orang kota, berjas, dan berkantong tebal, kini ceritanya berbeda. Dari Pondok Pesantren di Lombok Timur sampai kampus-kampus di Mataram, geliat investasi saham di NTB terus bertumbuh bak cendawan di musim hujan. Hingga November 2024, jumlah investor pasar modal NTB sudah tembus 24 ribu lebih dengan total aset saham mencapai Rp2,7 triliun. Wow, siapa sangka?

Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB memang tak main-main. Selama 2024, sudah 726 kegiatan edukasi pasar modal yang diselenggarakan. Hasilnya? 74 ribu peserta dari berbagai latar belakang mulai melek saham. Kepala BEI NTB, Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana, optimistis tren positif ini akan terus berlanjut.

banner 325x300

“Kami ingin investasi pasar modal menjadi budaya. Tidak hanya di kota besar, tapi juga menyentuh desa, kampus, bahkan pondok pesantren,” ungkap Sandiana sambil tersenyum saat diwawancarai.

Gencarnya Edukasi Hingga ke Desa

Dulu, jangankan berpikir soal saham, menyebut kata “pasar modal” saja bikin alis berkerut. Kini, anak-anak SMA di Desa Lantan, Lombok Tengah, sudah punya akses belajar saham lewat Galeri Investasi Edukasi (GIE). Bahkan di Pondok Pesantren Raudhatul Azhar, Lombok Timur, telah berdiri Galeri Investasi Syariah. Jangan kaget kalau santri-santri di sana nantinya jadi investor muda berjubah!

Tak hanya itu, BEI NTB juga menggandeng sejumlah perusahaan sekuritas papan atas seperti Phillip Sekuritas, MNC Sekuritas, dan Sinarmas Asset Management. Mereka aktif memberikan edukasi di kampus-kampus ternama seperti Universitas Mataram, Universitas Samawa, hingga STIE Bima.

“Kami mau investasi ini mudah diakses semua kalangan, termasuk UMKM dan santri. Jangan sampai ada stigma bahwa pasar modal hanya untuk orang kaya saja,” tambah Sandiana dengan nada serius.

Investor NTB Naik 20 Persen, Aset Rp2,7 Triliun!

Satu hal yang patut diacungi jempol adalah angka pertumbuhan investor di NTB. Tahun ini, jumlah investor naik 20 persen atau setara dengan 24.241 investor baru. Nilai asetnya pun bikin mata melotot, tembus Rp2,7 triliun!

Bukan sekadar angka, ini bukti bahwa NTB benar-benar berubah. Warga kini lebih sadar pentingnya berinvestasi. Tidak heran jika komunitas saham di NTB pun ikut meroket, ikut memanaskan suasana pasar modal.

“Awalnya saya pikir ini ribet, tapi setelah ikut edukasi dari BEI, ternyata gampang. Sekarang saya sudah punya dua saham favorit dan rutin nabung saham,” cerita Jamilah, seorang ibu rumah tangga di Lombok Tengah yang kini aktif berinvestasi.

Arah 2025: Menjangkau Lebih Banyak Warga NTB

Tahun 2025 mendatang, BEI NTB tak mau santai-santai. Edukasi dan sosialisasi pasar modal akan semakin digencarkan. BEI akan menggandeng Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) NTB dan menyasar lebih banyak sekolah, kampus, serta komunitas lokal.

“Kami juga mendorong perusahaan lokal untuk Go Public di Pasar Modal Indonesia. Potensi NTB sangat besar, tinggal bagaimana kita memaksimalkan peluang ini,” kata Sandiana penuh semangat.

Dengan adanya kolaborasi berbagai pihak, BEI optimistis bisa membentuk ekosistem investasi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di NTB.

Kesimpulan:
Pasar modal di NTB tak lagi sekadar mimpi. Edukasi yang masif, akses yang mudah, dan kolaborasi lintas sektor membuat saham semakin populer di kalangan masyarakat. Dari kampus ke kampung, dari santri ke ibu rumah tangga, NTB kini siap menyongsong masa depan cerah bersama pasar modal. Siapa sangka? NTB benar-benar keren!

Kata Kunci Viral:
NTB, saham, santri, kampus, BEI NTB, Galeri Investasi, Rp2,7 Triliun, investor NTB naik 20%

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *