Siapa sangka keinginan berswafoto di atas tebing indah Pantai Semeti, Desa Mekarsari, Praya Barat, berubah menjadi tragedi yang tak terlupakan? Merlin Septiana, gadis 18 tahun asal Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, kehilangan nyawanya akibat hempasan ombak besar pada Kamis (19/12) lalu. Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga, teman, hingga masyarakat sekitar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Damkartan) Lombok Tengah, Supardan, memastikan insiden tragis tersebut. “Kami menerima informasi dan langsung bergerak bersama tim BPBD, Basarnas, dan warga setempat. Sayangnya, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ungkapnya, Jumat (20/12).
Liburan Berujung Duka
Merlin, santriwati kelas XII IPA di Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat, sedang menikmati liburan di rumah sebelum kembali ke ponpes pada Minggu (22/12). Bersama tujuh temannya, ia mengunjungi Pantai Semeti untuk menikmati pemandangan alam yang terkenal eksotis. Namun, momen bahagia itu berubah menjadi petaka.
Humas Tim SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda, mengungkapkan kronologi kejadian. “Korban sedang berfoto di tebing bersama teman-temannya. Ketika giliran Merlin, tiba-tiba ombak besar datang, menyeretnya ke laut,” jelasnya.
Upaya Penyelamatan yang Tak Berbuah Hasil
Menurut Lanang, teman-teman Merlin mencoba menyelamatkannya dengan alat seadanya, seperti kayu dan pancing. Namun, ombak ganas Pantai Semeti terlalu kuat. “Sebagian teman korban langsung meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi pihak kepolisian,” imbuhnya.
Evakuasi dilakukan sekitar pukul 16.00 WITA oleh polisi dari Pospol Selong Belanak, Polsek Praya Barat, dan warga. Korban akhirnya dibawa ke Pustu setempat untuk pemeriksaan medis. Sayangnya, Merlin sudah dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya langsung diantar ke rumah duka pada pukul 17.13 WITA.
Pantai Semeti: Keindahan yang Menantang
Pantai Semeti, meskipun mempesona dengan tebing-tebing curamnya, telah lama menjadi lokasi berisiko tinggi. Banyak pengunjung terlena oleh keindahannya, tanpa menyadari bahaya ombak besar yang mengintai. Merlin hanyalah salah satu korban dari bahaya yang sering diabaikan para wisatawan.
Peringatan untuk Wisatawan
Supardan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat mengunjungi lokasi wisata alam, terutama yang memiliki karakteristik pantai berbatu seperti Semeti. “Keindahan pantai ini memang memikat, tetapi keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pesannya.
Pelajaran Berharga dari Tragedi Merlin
Tragedi ini bukan hanya kisah duka bagi keluarga Merlin, tetapi juga peringatan bagi kita semua. Keselamatan sering kali terabaikan demi mengejar momen sempurna di media sosial. Kini, pertanyaannya: Apakah foto indah benar-benar sepadan dengan risiko kehilangan nyawa?
Mari kita jadikan tragedi Merlin sebagai pelajaran. Tidak ada foto yang lebih berharga daripada kehidupan. Semoga Merlin beristirahat dengan tenang, dan keluarganya diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.


















