Taman Narmada, salah satu ikon wisata budaya di Lombok, kini menjadi arena balapan melawan waktu. Proyek revitalisasi yang sedang berlangsung digadang-gadang harus rampung sebelum pergantian tahun. Namun, di tengah ambisi besar itu, tantangan cuaca menjadi musuh utama. Bisakah pekerjaan tuntas tepat waktu?
Direktur PT Tripat, Eko Esti Santoso, dalam kunjungan anggota Komisi II DPRD Lobar, kemarin (23/12), menegaskan bahwa pihaknya berharap besar proyek ini selesai secepatnya agar wisatawan tidak lagi terganggu dengan suara bising konstruksi.
“Kami tentu berharap pekerjaan revitalisasi segera dituntaskan,” kata Eko.
Progres Proyek: Hampir, Tapi Belum Cukup
Ada tiga titik fokus dalam proyek ini, yaitu revitalisasi Bale Mukedas (Bale Gede), Bale Terang, dan penataan taman dengan air mancur baru. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, Bale Mukedas sudah mencapai 90 persen, tinggal tahap pemasangan atap dan sebagian tiang. Bale Terang, bangunan dua lantai yang dulunya menjadi tempat istirahat raja dan permaisuri, sudah selesai 100 persen. Sedangkan penataan taman, termasuk air mancur baru yang jadi daya tarik utama, sudah menyentuh angka 95 persen.
“Kami minta pekerjaan tuntas sebelum tahun baru,” tegas Eko. Ambisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini.
Cuaca: Penjahat Utama di Tengah Ambisi
Site Manager PT Starindo Pola Abadi, Trisna Maulana Satria, menjelaskan bahwa hujan menjadi kendala terbesar. Proses pemasangan atap, pengecatan, dan beberapa pekerjaan lain harus berhenti total saat hujan turun.
“Kalau hujan, kami nggak bisa kerja. Ini jadi kendala di lapangan,” ungkapnya.
Namun, meski ada kendala, Trisna tetap optimis bahwa pekerjaan bisa selesai sebelum 30 Desember. Komitmen mereka tidak main-main, apalagi proyek ini berada di bawah pengawasan ketat Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XV.
“Kami dipantau tim cagar budaya. Jadi, warna cat, bentuk bangunan, semuanya harus sesuai dengan aslinya. Tidak boleh meleset sedikit pun,” tambah Trisna.
DPRD Turun Gunung: Pengawasan Ekstra
Meskipun proyek ini bukan menggunakan anggaran APBD Lobar, DPRD Lobar tetap memberikan perhatian khusus. Haris Karnain, Sekretaris Komisi II DPRD Lobar, yang meninjau lokasi, mengapresiasi progres proyek sejauh ini.
“Ini harapan kita bersama. Semoga bisa tuntas sesuai target dan menjaga keaslian budaya kita,” kata Haris.
Menunggu Hari-H: Apakah Tahun Baru di Narmada Akan Berbeda?
Revitalisasi Taman Narmada jelas menjadi harapan besar, tidak hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi wisatawan. Bayangkan, menikmati tahun baru di taman megah dengan air mancur baru yang memikat mata, diiringi suasana sejarah yang tetap kental. Namun, apakah mimpi itu bisa terwujud?
Hanya waktu yang akan menjawab, apakah para pekerja bisa menang melawan hujan dan waktu, atau malah harus melanjutkan pekerjaan mereka di tahun baru. Yang jelas, sorotan mata publik kini tertuju pada Taman Narmada, menanti hasil akhir dari proyek ambisius ini.
“Narmada Berpacu dengan Waktu: Akankah Revitalisasi Ini Jadi Hadiah Tahun Baru atau Beban Tahun Depan?” – itulah yang kini menjadi pertanyaan besar. Anda yang menilai.


















