Rumah Sakit Ruslan Kota Mataram sedang jadi perbincangan hangat. Tidak tanggung-tanggung, sejak meluncurkan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Transfusi Darah pada September lalu, rumah sakit ini berhasil mendobrak sistem pelayanan kesehatan dengan cara yang bikin warga Mataram terkagum-kagum.
Direktur RS Ruslan, dr. Hj. Eka Nurhayati, Sp.OG, dengan gaya lugas menyatakan bahwa misi utama rumah sakit ini adalah memastikan stok darah tersedia setiap saat. “Kami tidak ingin ada pasien yang terkatung-katung karena stok darah kosong. Semua harus bisa ditangani dengan cepat dan tepat,” ujar dr. Eka penuh semangat, Senin (23/12).
Sejak UPTD ini beroperasi, RS Ruslan mencatatkan efisiensi hingga 40 persen dalam pengeluaran biaya untuk kebutuhan darah. “Dulu, kita harus cari ke PMI atau rumah sakit lain. Sekarang? Semua ada di tempat kita sendiri. Hemat tenaga, hemat biaya!” ungkap dr. Eka sambil tersenyum puas.
Mobil Donor yang Jadi Pahlawan
Salah satu langkah paling mencolok dari RS Ruslan adalah kehadiran mobil donor darah yang siap menyambangi lokasi mana pun. Ada acara kampung? Ada keramaian di alun-alun? Tim RS Ruslan siap datang, lengkap dengan lab mini BDRS (Bank Darah Rumah Sakit) yang canggih. “Sekarang donor darah itu gampang banget. Warga tinggal duduk manis, dan kami yang jemput bola,” tambahnya.
Mobil donor ini bukan cuma gimmick, tapi benar-benar menjadi tulang punggung dalam pengumpulan darah. Animo masyarakat untuk mendonorkan darah pun meningkat tajam. Warga merasa lebih dihargai karena tidak perlu repot datang ke rumah sakit.
Efisiensi yang Menyelamatkan Nyawa
Keberadaan UPTD ini juga membawa dampak signifikan dalam pelayanan medis darurat. Pasien operasi besar, gawat darurat, hingga mereka yang membutuhkan transfusi rutin kini bisa bernapas lega. “Tidak ada lagi cerita pasien terancam nyawanya karena kekurangan stok darah. Bahkan, kita juga siap membantu rumah sakit swasta jika mereka kekurangan,” kata dr. Eka sambil menambahkan rencana kerjasama dengan sejumlah rumah sakit swasta di Mataram.
Apa yang Membuat RS Ruslan Berbeda?
Ternyata, bukan cuma stok darah yang menjadi prioritas. UPTD ini juga dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar, sehingga pengeluaran rumah sakit menjadi jauh lebih efisien. Selama beberapa bulan terakhir, penghematan ini sudah mencapai 40 persen. Angka ini bukan main-main, mengingat sebelumnya RS Ruslan harus bergantung pada stok dari PMI atau membeli dari tempat lain.
Namun, dr. Eka juga mengingatkan bahwa stok darah tidak selalu melimpah. “Kalau misalnya ada kekurangan, kita langsung kerjasama dengan RSUD Provinsi NTB atau PMI. Intinya, pasien tidak boleh terlantar,” tegasnya.
Stok Darah untuk Semua
Menariknya, RS Ruslan kini juga membuka peluang bagi rumah sakit lain untuk mengakses stok darah mereka. Dengan skema kerjasama dan MoU, rumah sakit swasta di Kota Mataram bisa mengajukan permintaan jika membutuhkan bantuan. “Ini bukan cuma soal efisiensi, tapi soal kemanusiaan. Kami ingin memastikan tidak ada pasien di Kota Mataram yang kesulitan mendapatkan darah,” tutup dr. Eka.
Langkah RS Ruslan ini patut diacungi jempol. Mereka tidak hanya menciptakan inovasi yang menjawab kebutuhan, tetapi juga menjadi model pelayanan kesehatan yang proaktif dan efisien. Jadi, bagi warga Mataram, kini tidak ada lagi alasan untuk cemas. RS Ruslan telah memastikan nyawa Anda dalam genggaman mereka.


















