banner 728x250
Berita  

Anggaran Rabies NTB Meledak 4 Kali Lipat! Strategi Baru Lawan 876 Kasus Gigitan di 2024

banner 120x600
banner 468x60

Langit biru Lombok menyimpan cerita tak terduga. Di balik keindahan alamnya, kasus gigitan hewan pembawa rabies (HPR) di Pulau Sumbawa semakin memprihatinkan. Tahun 2024, tercatat ada 876 kasus gigitan rabies—melonjak dibandingkan 739 kasus di 2023. Tak main-main, Pemprov NTB akhirnya mengambil langkah besar: menaikkan anggaran penanganan hingga lebih dari empat kali lipat untuk tahun 2025!

Anggaran ini melejit dari Rp22,8 juta pada 2024 menjadi Rp96 juta di 2025. “Kenaikan ini karena tidak ada lagi dukungan anggaran dari pusat. Jadi, daerah harus putar otak,” ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB, Muhammad Riadi, dengan nada serius.

banner 325x300

Biaya ‘Perang’ Melawan Rabies
Menurut Riadi, setiap aksi tangkap hewan liar saja memakan biaya Rp1 juta. Itu belum termasuk vaksinasi. “Bayangkan, di NTB ada sekitar 40.000 anjing, kucing, dan monyet liar. Kalau semua divaksin, APBN kita bisa habis!” candanya, meski masalah ini jelas bukan bahan lelucon.

Sementara itu, data menunjukkan Kabupaten Sumbawa menjadi ‘raja’ kasus rabies dengan 621 gigitan, disusul Bima (166 kasus), Sumbawa Barat (62 kasus), dan Dompu (25 kasus). Angka ini jelas membuat pemerintah memutar otak lebih keras.

Langkah Radikal: Tutup Akses Hewan Rabies
Satu-satunya cara, menurut Riadi, adalah menutup akses masuk HPR ke Lombok dan memastikan pengawasan lalu lintas hewan semakin ketat. “Yang kita jaga jangan sampai Pulau Lombok jadi korban berikutnya. Apalagi dari Bali, yang kasus rabiesnya tinggi,” tegasnya.

Langkah ini dinilai strategis, meskipun tantangan masih banyak. Sementara itu, vaksinasi massal terus dilakukan, meski dengan keterbatasan anggaran dan tenaga.

Angka dan Fakta yang Mengguncang
Kenaikan Anggaran: Rp22,8 juta (2024) → Rp96 juta (2025) = 4,2 kali lipat!
Kasus Gigitan: 876 kasus (2024) vs 739 kasus (2023) = Naik 18,5%!
Biaya Tangkap Hewan: Rp1 juta/hewan.
Populasi HPR Liar: ±40.000 anjing, kucing, dan monyet.
Netizen Bereaksi
Saat berita kenaikan anggaran ini viral, netizen ramai-ramai memberikan komentar di media sosial. “Rp96 juta cukup nggak sih buat vaksin dan tangkap hewan rabies sebanyak itu?” tulis akun @LombokViral. Yang lain justru meminta transparansi, “Dana segitu besar, pastikan jangan cuma habis di meja rapat ya!” sindir @SumbawaWatch.

PR Besar untuk 2025
Dengan kenaikan anggaran yang signifikan, masyarakat berharap langkah konkret pemerintah lebih terasa. Selain vaksinasi, program edukasi masyarakat tentang bahaya rabies juga diusulkan untuk masuk prioritas.

“Ini bukan soal angka lagi, tapi soal bagaimana kita menjaga NTB tetap aman. Jangan sampai keindahan alam kita tercoreng rabies,” tutup Riadi dengan nada optimis.

Apakah Rp96 juta cukup untuk melawan rabies? Atau ini hanya awal dari PR besar berikutnya? Kita tunggu gebrakan Pemprov NTB di 2025!

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *