Revitalisasi Pasar Seni Senggigi kini menjadi perbincangan hangat! Dengan gelontoran dana sebesar Rp 2,1 miliar dari APBN, proyek ini akhirnya tuntas 100 persen pada 18 Desember 2024. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, Candra Aprinova, membagikan kabar gembira tersebut.
“Alhamdulillah, semua selesai sesuai rencana. Mulai dari amphitheater, ruang ganti, toilet, hingga taman cantik di tengahnya. Insya Allah, awal 2025 kita resmikan,” ujar Candra dengan nada optimis.
Namun, di balik kesuksesan revitalisasi ini, ternyata ada drama seru yang menyelimuti. Office Bar milik PT Lombok Sutton menjadi tantangan tersendiri. Seharusnya, bangunan itu ikut rata dengan tanah selama proses revitalisasi. Tapi karena ada polemik Hak Guna Bangunan (HGB) yang belum beres, bangunan ini tetap berdiri kokoh.
Anggaran Tambahan Masih Ditunggu
Kabar baiknya, revitalisasi ini hanya awal dari pengembangan Pasar Seni Senggigi. Tahun depan, Dispar NTB berencana melanjutkan proyek ini, meskipun kali ini dana tidak lagi berasal dari APBN, melainkan diupayakan melalui APBD NTB. “Kami akan perjuangkan agar nilai anggaran tetap sama,” tambah Candra.
Selain revitalisasi, perhatian juga difokuskan pada penyelesaian HGB Office Bar yang menjadi penghalang rencana besar ini. Konflik ini muncul setelah masa sewa pemanfaatan antara Pemprov NTB dengan PT Rajawali berakhir pada Agustus 2024.
“Karena bangunan ini bersinggungan langsung dengan aset, ada tantangan hukum yang harus diselesaikan. Fokus kami sementara ini adalah menyelesaikan revitalisasi fisik, supaya tidak berimbas pada anggaran,” jelas Candra.
Drama HGB: Babak Baru di 2025
Tidak tanggung-tanggung, Dispar NTB melibatkan banyak pihak untuk menuntaskan drama HGB ini. Koordinasi akan dilakukan dengan BPKAD, Biro Hukum Setda NTB, dan Kantor Pertanahan Lombok Barat. “Kami ingin memastikan ini selesai secepatnya tanpa meninggalkan masalah hukum,” kata Kepala Dispar NTB, H Jamaluddin Maladi.
Apa yang Baru di Pasar Seni Senggigi?
Pasar Seni Senggigi kini tidak sekadar menjadi pusat seni dan budaya. Dengan tambahan fasilitas baru seperti amphitheater modern, ruang ganti yang nyaman, serta toilet dan taman yang estetik, tempat ini siap menjadi ikon pariwisata NTB. Bayangkan pertunjukan seni dan budaya digelar di tengah keindahan pantai Senggigi!
Namun, pengunjung harus sabar menunggu hingga awal 2025 untuk menikmati fasilitas ini sepenuhnya. Sementara itu, masyarakat Lombok dan wisatawan kini punya alasan baru untuk berharap lebih banyak dari wajah baru Senggigi.
Pasar Seni Senggigi: Antara Harapan dan Polemik
Proyek ini memang menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memajukan pariwisata NTB. Tetapi persoalan HGB yang belum selesai menunjukkan bahwa setiap langkah besar sering kali diiringi oleh rintangan. Dengan total nilai proyek mencapai miliaran rupiah, tantangan hukum seperti ini tidak hanya menjadi cerita di balik layar, tetapi juga bahan diskusi publik.
Jadi, siapkah Anda menyambut Pasar Seni Senggigi 2.0? Atau, mungkin tertarik mengikuti drama HGB yang belum selesai? Nantikan babak berikutnya di tahun 2025! 🌟


















