Libur Natal 2024 diwarnai dengan perubahan dinamika penyeberangan di Pelabuhan Lembar. Jumlah penumpang tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Data dari General Manager ASDP Cabang Lembar, Agus Djoko Triyanto, mengungkapkan bahwa hanya ada 44.810 orang yang menyeberang pada tahun ini, sementara pada Natal 2023 jumlahnya mencapai 50.713 orang.
“Kalau dibandingkan, apa yang dicapai tahun ini lebih rendah dari 2023,” ujar Djoko. Rata-rata penumpang harian di Pelabuhan Lembar berada di angka 4.000 orang pada hari biasa, namun tiga hari menjelang Natal sempat meningkat hingga 5.000 penumpang.
Djoko membeberkan alasan utama penurunan ini: harga tiket pesawat yang lebih bersahabat. Penurunan harga tersebut menjadi magnet bagi masyarakat untuk beralih ke moda transportasi udara. “Jadi masyarakat punya banyak pilihan untuk bepergian,” jelasnya.
Meski demikian, ASDP Lembar tetap optimis menghadapi lonjakan penumpang menjelang pergantian tahun baru 2025. Pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi jika arus penumpang meningkat secara tiba-tiba. “Kami perkirakan terjadi lonjakan,” imbuh Djoko.
Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Baru
Tak hanya persoalan jumlah penumpang, tantangan lain yang membayangi adalah potensi cuaca ekstrem hingga 31 Desember. Djoko menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Satpel Lembar untuk memastikan keselamatan penyeberangan.
“Sampai saat ini, dari H-9 sampai hari Natal, belum ada perintah penundaan apalagi pembatalan rute Lembar-Padangbai. Cuaca masih kondusif, tinggi gelombang dan angin terkendali,” ungkap Djoko. Namun, ia menegaskan akan menunda penyeberangan jika kondisi cuaca membahayakan.
Pantauan Satpel: Penumpang Pasca-Natal Meningkat
Sementara itu, Koordinator Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Lembar dari BPTD Kelas II NTB, Koda Pahlianus Nelson Dallo, menegaskan bahwa kondisi penyeberangan sejauh ini masih normal. Tidak ada penundaan jadwal, dan operasional berjalan sesuai rencana.
Namun, Nelson mencatat adanya peningkatan jumlah penumpang dari Padangbai ke Lembar setelah Natal. Dalam dua hari terakhir, jumlah penumpang naik sekitar 5 persen atau setara dengan 700 orang. Peningkatan ini disebabkan oleh penutupan sementara jalur fast boat.
“Untuk penyeberangan Lembar-Padangbai sendiri, jumlah penumpangnya masih di bawah rata-rata, namun kami terus memantau perkembangan,” jelasnya.
Transportasi Alternatif Jadi Daya Tarik
Fenomena penurunan jumlah penumpang ini menunjukkan bagaimana preferensi masyarakat terhadap moda transportasi terus berubah. Tiket pesawat yang terjangkau menjadi opsi utama, terutama bagi mereka yang ingin menghemat waktu perjalanan.
Namun, keindahan jalur laut serta daya tarik wisata di Bali dan Lombok tetap menjadi magnet tersendiri bagi para pelancong. Meskipun mengalami penurunan, Pelabuhan Lembar tetap memainkan peran vital dalam menghubungkan dua destinasi wisata populer tersebut.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, ASDP Lembar optimis mampu menghadapi tantangan cuaca maupun perubahan preferensi masyarakat. Libur akhir tahun selalu membawa dinamika tersendiri, dan tahun ini, semua pihak tampaknya telah belajar untuk lebih siap menghadapi segala kemungkinan.
“Kami siap menyambut penumpang, baik yang berangkat maupun kembali setelah tahun baru,” tutup Djoko penuh optimisme.


















