banner 728x250
Berita  

Mataram Bergejolak, Wacana PDAM Mandiri Pecah Gelombang Dukungan!

banner 120x600
banner 468x60

Mataram sedang bergolak dengan wacana membangun Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) secara mandiri. Gagasan ini kian hari semakin ramai diperbincangkan, tak hanya oleh anggota dewan, tetapi juga oleh masyarakat yang mendambakan pelayanan air bersih lebih optimal. Dari sudut pandang beberapa politisi, seperti Mita Dian Listiawati, potensi membentuk PDAM mandiri bukan sekadar mimpi, tetapi kebutuhan yang sudah matang untuk diwujudkan.

“Selama ini, banyak keluhan masyarakat soal pelayanan air bersih. Mereka sering bertanya, kenapa Kota Mataram tidak punya PDAM sendiri? Saya rasa ini waktu yang tepat untuk mulai bergerak,” ungkap Mita dengan semangat membara. Sebagai politisi PKB, ia meyakini banyak koleganya dari berbagai fraksi akan mendukung langkah ini.

banner 325x300

Data Pelanggan: Peluang Emas bagi PDAM Kota Mataram

Data pelanggan PT AMGM menunjukkan bahwa 57 persen atau 81.502 pelanggan berasal dari Kota Mataram. Dengan total pelanggan PT AMGM mencapai 154.892 pada tahun 2023, angka tersebut menunjukkan bahwa mayoritas warga kota adalah pengguna layanan air bersih ini. Mita percaya bahwa potensi ini menjadi modal utama untuk membentuk PDAM mandiri.

“Jumlah pelanggan kita sangat besar. Ini menjadi dasar kuat untuk berdiri sendiri. Kita tidak bisa terus bergantung pada pihak lain untuk kebutuhan mendasar seperti air bersih,” imbuhnya.

Ketersediaan Mata Air: Melimpah Ruah

Tidak hanya dari segi pelanggan, ketersediaan mata air di Kota Mataram juga menjadi alasan kuat untuk memulai langkah ini. Sumur bor di berbagai lokasi strategis, seperti Udayana, Gegutu, dan Babakan, telah membuktikan bahwa Mataram memiliki cadangan air melimpah. Bahkan, mata air Kolam Cantika di Lendang Lekong dianggap mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga kota.

“Dari kedalaman 80 meter di Sweta saja, kita sudah mendapatkan air yang melimpah. Ini bukti bahwa Mataram punya sumber daya yang cukup untuk berdiri sendiri,” ujar Mita optimis.

Infrastruktur dan Modal: Siap Tempur

Dimensi infrastruktur juga tidak menjadi hambatan. Jaringan pipa yang sudah terpasang di berbagai wilayah Mataram diyakini dapat dioptimalkan untuk PDAM mandiri. Bahkan, modal yang telah disetorkan Pemkot Mataram mencapai Rp 115,53 miliar, hampir menyamai modal Pemkab Lombok Barat yang memiliki saham lebih besar di PT AMGM.

“Dengan 40 persen saham kita di PT AMGM, itu artinya kita punya hak atas sebagian infrastruktur yang sudah terbangun. Ini bisa kita manfaatkan untuk membangun PDAM sendiri,” papar Mita.

Keberanian Pemkot Diuji

Namun, semua ini hanya bisa terwujud jika Pemkot Mataram memiliki keberanian untuk mengambil keputusan besar. Mita menegaskan, masyarakat sudah siap mendukung penuh langkah ini meskipun harus melalui proses yang tidak instan.

“Tidak ada perubahan besar yang terjadi dalam semalam. Masyarakat pasti paham bahwa membangun PDAM butuh tahapan, tapi kita harus berani memulai,” tegasnya.

Dukungan Mengalir Deras

Dorongan ini pertama kali disuarakan oleh Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Mataram, Rino Rinaldi. Ia menilai bahwa kebutuhan air bersih untuk seluruh warga Kota Mataram tidak akan terpenuhi dengan sistem yang ada saat ini.

“Kita butuh PDAM sendiri agar semua warga mendapat akses air bersih yang layak,” ujarnya.

Wacana ini kini bukan hanya diskusi politik, tetapi telah menjadi percikan semangat yang menyala di hati masyarakat Mataram. Dengan dukungan yang terus mengalir dari berbagai pihak, langkah membangun PDAM mandiri tidak lagi terasa seperti mimpi, melainkan sebuah kepastian yang sedang menunggu waktu.

Akankah Mataram Memulai Era Baru?

Keputusan ada di tangan Pemkot Mataram. Apakah mereka berani menyalakan lilin perubahan atau terus bergantung pada sistem lama? Yang jelas, masyarakat sudah siap, dukungan sudah ada, dan potensi melimpah ruah. Kini, giliran pemerintah menunjukkan keberanian untuk mengubah mimpi menjadi kenyataan.

Mataram, siap memulai babak baru?

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *