banner 728x250
Berita  

Harga Gabah Melonjak, Pengusaha Beras di Lombok Timur Makin Sulit Bertahan

Pekerja menjemur gabah hasil panen petani di salah satu pabrik giling padi di Desa Grong-Grong, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, Aceh, Kamis (1/9). Harga gabah kering giling dalam sebulan terakhir mengalami kenaikan dari Rp4.800 menjadi Rp5.500 per kilogram. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc/16.
banner 120x600
banner 468x60

Dunia usaha gabah dan beras di Lombok Timur kini menghadapi tantangan besar. Harga gabah yang terus meroket hingga Rp 500 ribu per kwintal membuat para pengusaha mengeluhkan margin yang semakin tipis. Keluhan ini datang dari Hj. Nurhasanah, pengusaha gabah asal Desa Suralaga, yang merasa kenaikan harga gabah tidak sebanding dengan kualitas dan hasil produksi beras.

“Gabah sekarang mahal banget, per kwintal sampai Rp 500 ribu. Itu belum termasuk ongkos buruh dan biaya lainnya. Hasilnya, dari 60-70 kilogram gabah, beras yang didapat kurang dari 50 kilogram karena kualitas gabahnya rendah, banyak ampas,” ungkap Hj. Nurhasanah.

banner 325x300

Musim Hujan Bikin Proses Panjang
Kondisi cuaca musim hujan juga memperparah situasi. Proses pengeringan gabah jadi lebih lama dan kualitas hasil panen pun menurun. Hal ini membuat beras yang diproduksi sulit laku di pasaran. “Kadang beras sudah digiling, tapi lama banget lakunya. Daripada rugi, terpaksa kita simpan di gudang dulu,” tambahnya.

Tidak hanya Nurhasanah, Harpan, pengusaha gabah lainnya, juga menghadapi dilema serupa. Ia mengatakan bahwa musim hujan mempersulit pengeringan gabah, sementara harga modal sudah terlanjur tinggi. Saat ini, harga beras yang dijual pun terpaksa naik menjadi Rp 14 ribu per kilogram, tergantung kualitas.

Dampak pada Daya Beli dan Keuntungan
Namun, meski harga jual naik, keuntungan yang didapat tetap saja tidak signifikan. “Modal sudah besar, gabah sulit kering, dan daya beli masyarakat rendah. Ini bikin kita sering rugi,” keluh Harpan. Kenaikan harga gabah yang tidak diimbangi dengan kualitas membuat pengusaha seperti Harpan dan Nurhasanah berada di persimpangan: bertahan atau gulung tikar.

Solusi yang Dibutuhkan Segera
Para pengusaha berharap pemerintah dapat memberikan solusi nyata untuk menstabilkan harga gabah dan membantu meningkatkan kualitas hasil panen. “Kami butuh bantuan, entah alat pengering yang lebih canggih atau subsidi untuk menekan harga gabah. Kalau begini terus, usaha ini bakal sulit bertahan,” tutup Nurhasanah.

Situasi ini menjadi sinyal bagi semua pihak untuk segera mengambil langkah konkrit. Jika tidak, sektor usaha yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Lombok Timur ini bisa terancam.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *