banner 728x250
Berita  

NTB Fokus Tuntas 45 kasus PMK, Optimis Bebas Sepanjang 2025

banner 120x600
banner 468x60

Mengawali tahun 2025, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali dihadapkan dengan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Sebanyak 42 kasus PMK dilaporkan sepanjang Januari ini. Namun, ada kabar baik: seluruh ternak yang terinfeksi sudah sembuh total, tanpa ada korban mati atau pemotongan bersyarat.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muhamad Riadi, mengungkapkan perkembangan ini dalam Rapat Koordinasi Penyakit Mulut dan Kuku 2025. Acara tersebut juga dihadiri drh. Makmun, M.Si, Ketua Satgas Penanganan PMK Bali-Nusra dari Kementerian Pertanian RI.

banner 325x300

β€œPer Januari 2025, sebanyak 42 ternak terinfeksi PMK di NTB semuanya sudah dinyatakan sembuh. Tidak ada ternak mati atau dipotong bersyarat, sehingga NTB tetap dalam status aman dari PMK,” ujar Riadi penuh optimisme.

Sebaran Kasus di Empat Kabupaten
Kasus PMK ditemukan di empat kabupaten, yaitu Lombok Timur, Lombok Barat, Sumbawa Barat, dan Dompu. Berikut detailnya:

Lombok Timur: Desa Telaga Waru, Gunung Malang (Pringgabaya), Gereneng, dan Sakra Timur mencatat total 13 kasus.
Lombok Barat: Desa Kuripan Selatan, Kebun Ayu, Gapuk, Suka Makmur (Gerung), dan Batulayar mencatat total 19 kasus.
Sumbawa Barat: Desa Dalam dan Desa Sampir (Taliwang) mencatat 7 kasus.
Dompu: Desa Kandai Satu (Kecamatan Dompu) dan Desa Kempo (Kecamatan Kempo) mencatat 3 kasus.
Meski sempat mencemaskan, kerja keras tim di lapangan memastikan semua ternak yang terjangkit berhasil pulih tanpa ada sisa kasus.

Strategi Tuntas PMK
Riadi menjelaskan, ada lima strategi utama untuk mencegah penyebaran PMK dan menjaga status bebas penyakit ini di NTB:

Biosecurity dan Disinfeksi
Semua area kandang dan perlintasan disterilisasi dengan disinfektan, termasuk hewan, produk hewan, kendaraan, dan orang yang keluar-masuk area tersebut.

Edukasi Masyarakat
Informasi dan komunikasi yang masif diberikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menangani PMK.

Penguatan Imun Hewan
Obat-obatan dan vitamin diberikan secara rutin untuk menjaga kesehatan ternak.

Vaksinasi Massal
Ternak sehat, terutama sapi dan kerbau, divaksinasi secara intensif untuk mencegah risiko terjangkit PMK.

Pemotongan Terbatas dan Pemantauan Kasus Baru
Ternak yang terkonfirmasi positif akan dipotong sesuai prosedur, diikuti pemantauan dan pengujian untuk mendeteksi kasus baru.

Tetap Waspada, Meski Optimis
Sebagai informasi, kasus PMK pertama kali ditemukan di NTB pada 2022 dengan 63 kasus di Lombok Tengah. Namun, sejak itu, NTB terus meningkatkan langkah pencegahan dan pengendalian.

β€œDengan langkah-langkah ini, kami yakin NTB mampu mempertahankan status bebas PMK secara berkelanjutan. Ini komitmen kami untuk melindungi peternak dan menjaga kualitas hasil peternakan di NTB,” tegas Riadi.

Untuk generasi muda, langkah strategis ini mengingatkan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam menjaga kesehatan ternak, demi mendukung ekonomi lokal dan stabilitas pangan nasional. Let’s keep NTB safe and sustainable, guys! πŸ„πŸŒ±

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *