PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Barat (NTB) menutup tahun 2024 dengan pencapaian yang bikin bangga. Sepanjang tahun lalu, penjualan listrik tumbuh hingga 11% dibandingkan tahun 2023. Pencapaian ini jadi bukti nyata bahwa PLN sukses mengaliri energi yang mendorong roda ekonomi daerah makin berputar kencang.
General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, mengapresiasi kepercayaan masyarakat NTB terhadap PLN. Menurutnya, pertumbuhan sektor industri yang melonjak hingga 18% adalah sinyal positif bahwa NTB semakin dilirik sebagai lokasi investasi yang menjanjikan.
“Dukungan untuk Industri, Bukti PLN Totalitas”
Salah satu cerita sukses datang dari PT Mentari Utama Indonesia (MUI) Cabang Lombok. Perusahaan tambak udang yang punya 64 kolam di Desa Sambik Elen, Bayan, Lombok Utara, berhasil meng-upgrade daya listrik dari 415 kVA jadi 1,730 MVA. Dengan dukungan listrik yang lebih andal, PT MUI kini bisa lebih optimal dalam mendukung sektor agrikultur NTB.
“PLN memberikan layanan yang cepat, transparan, dan akurat. Priority account executive juga sangat membantu kami,” kata Hendra, pimpinan PT MUI.
Infrastruktur Listrik Makin Kuat
Pertumbuhan di sektor industri tentu nggak lepas dari investasi PLN dalam penguatan jaringan listrik. Sudjarwo memastikan bahwa PLN selalu hadir dengan solusi kelistrikan yang prima. “Kami berkomitmen memastikan kebutuhan listrik pelanggan industri terpenuhi dengan layanan terbaik,” tegasnya.
Rumah Tangga dan UMKM Ikut Melaju
Nggak cuma sektor industri, rumah tangga dan UMKM juga mencatatkan pertumbuhan kebutuhan listrik yang signifikan. Aktivitas ekonomi yang terus menggeliat, ditambah daya beli masyarakat yang membaik, jadi faktor utama peningkatan ini.
Sudjarwo optimis PLN bisa melangkah lebih jauh di tahun 2025. “Kami siap menghadapi tantangan dengan terus berinovasi dan menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan,” tutupnya.
Dengan pertumbuhan seperti ini, PLN UIW NTB membuktikan bahwa listrik bukan cuma energi, tapi juga penggerak utama pembangunan daerah. Bravo, PLN!


















