Pencapaian luar biasa ditorehkan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nusa Tenggara pada tahun 2024. Dengan penerimaan pajak yang melampaui target hingga Rp8,033 triliun dari target Rp7,983 triliun, wilayah NTB dan NTT membuktikan bahwa sinergi dan kepatuhan bisa menghasilkan dampak besar.
“Alhamdulillah, penerimaan pajak di wilayah Nusra melampaui target 100,63 persen. Ini berkat kerja sama semua pihak dan kepatuhan wajib pajak,” ujar Kepala Kanwil DJP Nusa Tenggara, Samingun.
Pertumbuhan yang Konsisten di Dua Provinsi
Wilayah NTB dan NTT mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Provinsi NTB misalnya, mencapai realisasi 100,73 persen dari target Rp4,679 triliun, dengan pertumbuhan mencapai 16,18 persen. Sementara itu, Provinsi NTT juga berhasil melampaui target 100,48 persen dengan realisasi Rp3,319 triliun.
Unit Kerja yang Bersinar
Dari segi unit kerja, KPP Pratama Praya menjadi bintang dengan pertumbuhan mencapai 28,63 persen dan capaian 101,02 persen. KPP Pratama Mataram Barat tak mau kalah dengan pertumbuhan sebesar 19,95 persen, merealisasikan capaian 100,81 persen.
Dominasi Sektor Ekonomi Utama
Sektor administrasi pemerintahan menjadi kontributor terbesar dengan porsi 39,16 persen dari total penerimaan pajak, diikuti oleh sektor pertambangan (21,34 persen) dan perdagangan (14,21 persen). Pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor pengadaan listrik, yang didorong oleh peningkatan jumlah pegawai dan kenaikan setoran PPh 21.
Dinamika Penerimaan Pajak
Namun, ada catatan minor dalam penerimaan PBB Minerba yang mengalami penurunan sebesar 28,50 persen. Hal ini disebabkan selesainya pembangunan smelter di Sumbawa, yang diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi ke depan.
Kepatuhan yang Meningkat
Tahun 2024 juga menjadi tahun gemilang untuk pelaporan SPT. Dengan total 204.474 wajib pajak melaporkan SPT, realisasi ini mencapai 120 persen. Pelaporan SPT tahunan WP Badan naik 1,72 persen, sementara WP Orang Pribadi mencatatkan pertumbuhan 3,25 persen dengan total 190.355 pelaporan.
Masa Depan yang Cerah
Melihat pencapaian ini, Samingun optimis bahwa pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara akan semakin membaik di masa depan. “Kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha adalah kunci dari semua keberhasilan ini,” tutupnya.
DJP Nusa Tenggara tidak hanya mencatat angka, tetapi juga menggambarkan semangat kebersamaan dan kepatuhan yang tinggi di masyarakat. Momentum ini bisa menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh pada tahun-tahun mendatang.


















