investigasiindonesia.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, membuat gebrakan besar dengan menegaskan bahwa 13 jabatan strategis yang kosong di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB akan segera terisi. Tidak ada kompromi, pengisian jabatan ini akan dilakukan secara selektif, termasuk kemungkinan mendatangkan pejabat dari luar daerah jika diperlukan. Langkah ini dipastikan akan mengubah wajah birokrasi NTB secara drastis.
Sejumlah posisi penting seperti Kepala Dinas PUPR NTB, Kepala Dinas ESDM NTB, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah NTB, Kepala DPMPTSP NTB, Kepala BKD NTB, Inspektur Inspektorat NTB, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, serta tiga Wakil Direktur RSUD NTB, Staf Ahli Gubernur, Kepala BRIDA, dan Kepala BPKAD NTB masih kosong. Gubernur Iqbal tidak ingin berlama-lama dalam kondisi ini dan memastikan semua posisi akan segera diisi oleh figur-figur yang benar-benar layak dan berkompeten.
Proses seleksi kali ini akan dilakukan secara transparan dengan metode yang ketat. Bahkan, tidak hanya eselon II, eselon III pun akan melalui mekanisme seleksi yang disebut beauty contest. Semua pejabat yang merasa mampu diminta untuk bersiap, memahami target, dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Gubernur Iqbal menegaskan bahwa tim provinsi sudah mulai menyusun draf kebutuhan setiap jabatan dan akan segera menentukan apakah perlu mendatangkan orang dari luar atau cukup dengan pejabat internal.
Tidak ada ruang bagi kepentingan pribadi atau lobi-lobi politik. Gubernur Iqbal memastikan seleksi akan berbasis kompetensi dan kebutuhan daerah, bukan kepentingan kelompok tertentu. Langkah ini menandai era baru dalam birokrasi NTB yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil. Pejabat yang tidak siap bersaing dipersilakan untuk mundur, karena hanya yang terbaik yang akan bertahan dalam perubahan besar yang sedang digulirkan.


















