investigasiindonesia.com – Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan keseriusannya sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028. Meski beredar kabar simpang siur soal pembatalan atau pemindahan lokasi, KONI NTB bersama Pemprov NTB justru makin gencar mematangkan segala persiapan. Bahkan, strategi efisiensi anggaran berhasil memangkas biaya dari rencana awal Rp4 triliun menjadi Rp2,5 triliun—tanpa mengurangi kemeriahan dan kualitas event!
Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, dengan tegas menyatakan bahwa NTB dan NTT tetap menjadi tuan rumah resmi PON 2028. “Kami belum menerima keputusan resmi dari pemerintah pusat soal pembatalan atau pemindahan. Justru, kami terus diminta melaporkan progres persiapan,” ujarnya penuh semangat.
Tim khusus telah dibentuk untuk menyusun masterplan PON 2028, termasuk seleksi venue bertaraf nasional. Beberapa cabang olahraga seperti muaythai dan aerosport bahkan sudah melakukan inspeksi langsung dan menyetujui lokasi yang disiapkan, dengan sedikit penyempurnaan teknis. Kreativitas NTB pun diuji dengan memanfaatkan fasilitas existing, seperti ballroom hotel di Mataram hingga lapangan perguruan tinggi (Unram, UIN, dll.), demi menghemat anggaran tanpa mengorbankan kenyamanan atlet.
Yang bikin heboh, 80% venue akan dikelola melalui skema Public-Private Partnership (PKS)! Artinya, kolaborasi dengan pihak ketiga jadi kunci efisiensi. “Kerja sama ini sudah disepakati, bahkan banyak mitra yang antusias mendukung,” tambah Mori, yang juga anggota DPR RI ini.
Di tengah isu penghematan anggaran nasional, NTB membuktikan bahwa PON 2028 bisa berjalan megah dengan biaya lebih ringan. Persiapan terus berjalan on the track, termasuk pembenahan infrastruktur pendukung seperti jalan dan akomodasi. “Kami tak mau terdistraksi isu. Fokus kami satu: sukseskan PON 2028 dengan cara paling brilian!” tegas Mori.
So, siap-siap ke NTB 2028? Dengan venue kekinian dan anggaran super efisien, PON ini diprediksi jadi yang paling memorable sepanjang sejarah!


















