investigasiindonesia.com – Beberapa wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami hujan lebat hingga akhir April mendatang. Meskipun intensitasnya tidak sebesar bulan sebelumnya, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama di daerah rawan banjir, aliran sungai, dan wilayah perbukitan.
Menurut Prof. Erma Yulihastin, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), faktor pemicu hujan di bulan ini berbeda dengan Maret lalu. “Pada Maret, hujan lebat dipengaruhi oleh aktivitas pusaran badai di Samudera Hindia. Sementara di April, kondisi cuaca lebih dipengaruhi oleh gelombang atmosfer, seperti gelombang Kelvin, MJO (Madden Julian Oscillation), Rossby, serta tekanan udara rendah,” jelasnya.
Interaksi antara gelombang Kelvin dan MJO di sekitar Sumatera Utara dan Aceh telah memicu pembentukan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan lebat di wilayah Sumatera. Sementara itu, tekanan udara rendah di sekitar Kalimantan dan Laut Jawa bagian utara Jawa Timur turut mendukung pertumbuhan awan hujan yang dapat meluas hingga Jawa Timur.
Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, puncak hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan terjadi pada 10 hari terakhir April, dipicu oleh pertemuan gelombang Kelvin dan Rossby di Sumatera bagian selatan.
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari terakhir. Di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, banjir dan angin kencang mengakibatkan kerusakan pada 115 rumah warga. Sementara di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, banjir melanda beberapa kelurahan, menyebabkan puluhan keluarga terdampak.
Selain itu, BNPB juga terus memantau penanganan longsor di Pacet, Mojokerto, yang menewaskan 10 orang. Material longsor dengan ketinggian 50 meter dan kedalaman 70 meter sempat menutup akses jalan utama antara Mojokerto dan Kota Batu. Proses evakuasi dan pembersihan masih dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Masyarakat diharapkan tetap memperhatikan informasi cuaca terbaru dan siap siaga menghadapi potensi bencana alam. Koordinasi dengan pihak berwenang juga penting dilakukan untuk meminimalisir dampak yang mungkin terjadi.


















