banner 728x250

Bersama Bangkit, Petani Wera dan Ambalawi Sambut Harapan Baru Pasca Banjir Bandang

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat Di tengah reruntuhan infrastruktur dan lahan pertanian yang terendam, semangat petani di Kecamatan Wera dan Ambalawi mulai menyala kembali. Pascabanjir bandang yang melanda wilayah itu pada 2 Februari 2025 silam, sekitar 300 hektare sawah produktif mengalami gagal panen akibat tanaman padi rusak diterjang air bah. Tak hanya itu, jaringan irigasi yang menjadi sumber kehidupan pertanian setempat hancur, meninggalkan pertanyaan besar tentang masa depan ketahanan pangan .

Anggota DPRD NTB, Muhammad Aminurlah, menegaskan pentingnya aksi cepat dari pemerintah daerah. “Ratusan hektar lahan yang sebelumnya subur kini berubah menjadi aliran sungai. Jika irigasi tidak segera dipulihkan, bagaimana petani bisa menanam kembali?” ujarnya . Ia mendesak Bupati Bima dan Gubernur NTB untuk fokus pada perbaikan bendungan, dam, dan saluran air sebagai langkah awal pemulihan. “Asta Cita Presiden Prabowo harus diwujudkan dengan membangun sistem irigasi yang tangguh,” tambahnya .

banner 325x300

Di sisi lain, upaya pemulihan mulai terlihat dengan kedatangan Pj Gubernur NTB, Hassanudin, yang meninjau langsung lokasi bencana. Bersama Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri, ia menyerahkan bantuan sembako, perlengkapan darurat, dan menjanjikan dukungan stimulan untuk rumah rusak berat . Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mendistribusikan bantuan dana siap pakai senilai Rp363 juta untuk operasional darurat dan kebutuhan dasar warga .

Meski demikian, Aminurlah mengkritik lambatnya respons pemerintah dalam memprioritaskan sektor pertanian. “Saya belum melihat langkah konkret untuk memulihkan lahan dan irigasi. Padahal, ini menyangkut hajat hidup ratusan keluarga,” tegasnya . Ia mengingatkan bahwa tanpa perbaikan infrastruktur air, ketahanan pangan wilayah ini terancam kolaps.

Masyarakat setempat pun berharap janji-janji pemulihan tak hanya berhenti di wacana. “Kami ingin segera kembali bertani. Sawah adalah nafas kami,” ujar seorang petani di Desa Nanga Wera yang enggan disebut namanya.

Di balik keprihatinan, sinergi antara relawan, TNI/Polri, dan pemerintah mulai membuahkan hasil. Proses pencarian korban hilang terus dilakukan, sementara perbaikan jalan dan jembatan yang hancur telah dimulai . Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, juga mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat rehabilitasi irigasi secara menyeluruh .

“Kami optimistis Wera dan Ambalawi akan bangkit lebih kuat. Ini momentum untuk membangun sistem yang lebih resilien,” kata Hassanudin dalam kunjungannya . Harapan itu kini menjadi penyemangat bagi petani untuk menyambut musim tanam berikutnya, dengan keyakinan bahwa air yang pernah menghancurkan akan kembali menjadi sahabat mereka.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *