investigasiindonesia.com – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) terus berkomitmen meningkatkan tata kelola pendakian guna memastikan kenyamanan dan keadilan bagi seluruh pencinta alam. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penguatan sistem pemesanan tiket untuk mencegah penyalahgunaan kuota oleh oknum tertentu.
Kepala Balai TNGR, Yarman, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah Trekking Organization (TO) yang diduga melakukan praktik percaloan tiket. Data tersebut telah diserahkan kepada forum terkait untuk ditindaklanjuti secara hukum. “Kami berkolaborasi dengan pihak berwenang untuk memastikan pendakian berjalan transparan dan adil,” ujarnya.
Saat ini, terdapat 179 TO terdaftar di TNGR, namun tidak semuanya aktif. Untuk meminimalisir penyalahgunaan, setiap TO dibatasi hanya boleh memesan maksimal 12 tiket per transaksi. Kebijakan ini diambil setelah sebelumnya terjadi ketimpangan, di mana beberapa TO memborong kuota besar-besaran tanpa diikuti realisasi pendakian.
“Pembatasan ini bukan untuk membatasi akses, melainkan memastikan kuota benar-benar digunakan oleh pendaki yang berniat mendaki,” jelas Yarman.
Sistem pendaftaran TNGR juga telah terintegrasi dengan data kependudukan (Dukcapil), sehingga memudahkan verifikasi identitas pendaki. Hal ini membantu mendeteksi pemesanan tiket fiktif, seperti penggunaan NIK asal-asalan yang kerap dilakukan oleh calo.
Selain penguatan sistem, TNGR juga menerapkan kebijakan durasi pendakian maksimal empat hari tiga malam. Aturan ini didasarkan pada pertimbangan keselamatan dan daya dukung logistik pendaki.
Kuota harian pendakian Rinjani saat ini sebanyak 700 orang, terbagi di enam jalur resmi: Sembalun, Senaru, Torean, Aik Berik, Timbanuh, dan Tetebatu. TNGR tetap terbuka terhadap masukan terkait penyesuaian kuota, asalkan memperhatikan aspek kelestarian alam dan kenyamanan pendaki.
“Kami ingin semua pihak, baik pendaki, TO, maupun masyarakat, turut serta menjaga Rinjani sebagai warisan alam yang harus dilestarikan,” pungkas Yarman.
Dengan langkah-langkah ini, TNGR berharap pendakian Gunung Rinjani dapat berjalan lebih tertib, aman, dan memberikan pengalaman terbaik bagi setiap petualang yang datang.


















