banner 728x250

96 Pekerja Migran Indonesia Dibawa Pulang dengan Kaos Biru, Kisah Deportasi Bermartabat yang Bikin Netizen Melongo

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Sebanyak 96 pekerja migran Indonesia (PMI) tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center dengan dua kapal berbeda, memakai kaos biru bertuliskan “Pemulangan Bermartabat” dari KJRI Johor Bahru. Kedatangan mereka langsung jadi sorotan media sosial, memantik ribuan komentar warganet yang memuji langkah pemerintah memulangkan PMI secara manusiawi.

Para PMI ini tiba dalam dua gelombang: 52 orang dengan kapal Marina Lines pukul 14.45 WIB, disusul 43 orang via Citra Legacy 5 pukul 15.30 WIB. Total 96 orang—81 laki-laki dan 15 perempuan—tersebar dari Jawa Tengah, Nusa Tenggara, hingga Sumatera. Mayoritas tak punya dokumen resmi selama bekerja di Malaysia, sehingga harus menjalani masa tahanan 4 bulan sebelum dideportasi.

banner 325x300

Waluyo, PMI asal Jawa Tengah, bercerita ia bekerja 2 tahun sebagai petugas proyek tanpa dokumen. “Kalau di Malaysia, pendapatan lebih stabil. Di Indonesia susah cari kerja yang sesuai upah,” ujarnya sambil mengenang pengalaman ditahan. Meski mengaku “tersiksa” selama di penjara, ia bersyukur bisa kembali ke Tanah Air dengan fasilitas layak.

Petugas BP3MI Batam Center, Indra, menjelaskan semua PMI akan didata dan ditampung sementara di selter BP3MI di kawasan Imperium. “Setelah kami verifikasi alasan deportasi, kami fasilitasi pemulangan ke daerah asal,” tegasnya. Proses ini, menurut Indra, adalah upaya kolaborasi KJRI Johor Bahru dan BP2MI untuk memastikan PMI mendapat perlindungan maksimal.

Fakta menarik terungkap dari kaos biru yang dikenakan para PMI. Bukan sekadar seragam, kaos tersebut menjadi simbol identitas resmi dari KJRI untuk mempermudah proses identifikasi. “Ini bukti negara hadir. Mereka pulang dengan martabat, bukan seperti pelaku kriminal,” tulis salah satu warganet di Twitter, disukai 12 ribu kali.

Syahbandar Pelabuhan Batam Center, Erik Mario Sihotang, menegaskan proses pemulangan berjalan lancar berkat cuaca optimal. Tak ada kendala teknis selama pelayaran, meski kapal harus menempuh jarak laut yang rawan gelombang.

Kisah deportasi ini menyisakan cerita pilu sekaligus harapan. Sebagian PMI mengaku siap kembali ke Malaysia secara legal jika ada peluang. “Kalau ada jalur resmi, saya mau kerja lagi di sana. Tapi sekarang pulang dulu, urus keluarga,” ujar seorang PMI yang enggan disebut namanya.

Pemerintah melalui BP3MI menjanjikan pendampingan hingga para PMI tiba di kampung halaman. Langkah ini dipuji banyak pihak sebagai bentuk komitmen negara melindungi hak pekerja, meski status mereka ilegal. “Tak ada lagi cerita PMI dipulangkan seperti barang. Ini progres luar biasa!” tulis akun Facebook LSM Peduli Migran, dibagikan 3.200 kali.

Kedatangan 96 PMI ini bukan sekadar angka statistik, tapi bukti nyata kolaborasi antarlembaga untuk memastikan setiap warga negara, di mana pun, diperlakukan secara bermartabat—meski di ujung pelanggaran.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *