investigasiindonesia.com – Langkah berani diambil oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, dalam upaya mempercepat pembangunan sektor pariwisata. Ia resmi membubarkan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) dan menggantinya dengan tim staf khusus yang lebih dinamis dan terfokus. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari strategi besar untuk mengoptimalkan potensi wisata yang selama ini belum tergarap maksimal.
“BPPD saya tiadakan dahulu, dan staf khusus ini dulu saya mau coba,” tegas Warisin. Ia meyakini, pendekatan baru melalui staf khusus akan lebih efektif dalam membangun jaringan komunikasi, menarik investor, serta meningkatkan kontribusi pariwisata bagi perekonomian daerah.
Lombok Timur dikenal memiliki segudang destinasi eksotis, mulai dari pantai-pantai memesona hingga budaya Sasak yang kaya. Namun, Warisin menyayangkan fakta bahwa potensi ini belum memberikan dampak signifikan, terutama dari sisi retribusi dan pajak. “Kami butuh terobosan, bukan sekadar promosi biasa,” ujarnya.
Untuk itu, delapan staf khusus dibentuk, masing-masing memegang peran strategis. Selain pariwisata, ada bidang SDM, ketenagakerjaan, pemerintahan desa, informasi dan komunikasi, kesehatan, pertanian, serta investasi. “Mereka akan menjadi ujung tombak pemerintah dalam menyelesaikan masalah sekaligus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak,” jelas Warisin.
Kebijakan ini langsung menuai dukungan dari pelaku usaha dan masyarakat. “Dengan tim yang lebih gesit, harapannya promosi wisata Lombok Timur bisa lebih masif dan berdampak nyata,” kata Made Sutarya, salah satu pengusaha homestay di Desa Sembalun.
Warisin menegaskan, langkah ini bukan akhir, melainkan awal dari transformasi besar. “Kami ingin Lombok Timur tidak hanya dikenal, tapi juga memberi kesejahteraan bagi warganya,” pungkasnya.
Kini, semua mata tertuju pada kinerja tim baru ini. Jika berhasil, Lombok Timur bisa menjadi contoh bagaimana inovasi kepemimpinan mampu membangkitkan potensi daerah yang sempat terpendam.


















