investigasiindonesia.com – Tiongkok secara resmi mengurangi porsi film Hollywood di bioskop-bioskopnya, dan langkah ini justru membuka jalan bagi industri film lokal untuk bersinar lebih terang. Alih-alih menjadi pukulan bagi studio-studio besar Amerika, kebijakan ini justru memicu gelombang kreativitas baru di Tiongkok, dengan film-film lokal merajai box office dan mencuri perhatian dunia.
Chris Fenton, penulis Feeding the Dragon: Inside the Trillion Dollar Dilemma Facing Hollywood, the NBA, and American Business, menyebut keputusan Beijing sebagai langkah strategis yang penuh keyakinan. “Ini bukan sekadar pembatasan, tapi sinyal kuat bahwa Tiongkok siap menjadi pusat budaya global,” ujarnya.
Film Hollywood Hanya 5%, Tapi Tiongkok Tetap Jadi Pasar Penting
Meskipun kontribusi film Hollywood di box office Tiongkok kini hanya sekitar 5%, industri hiburan AS tetap menganggap pasar ini vital. Beberapa blockbuster mendatang seperti Mission: Impossible – The Final Reckoning, reboot Superman, dan The Fantastic Four masih berharap bisa masuk bioskop Tiongkok. Namun, dengan semakin kuatnya film-film lokal, peluang itu kian menipis.
Trump Santai, Tapi Industri Hollywood Waspada
Presiden AS Donald Trump terlihat tak terlalu khawatir dengan kebijakan Tiongkok. “Aku pernah dengar hal yang lebih buruk,” ujarnya singkat. Namun, para pelaku industri justru melihat ini sebagai tantangan serius. Seth Shafer, analis di S&P Global Market Intelligence Kagan, mengatakan bahwa hanya sekitar 25% film AS yang bisa tayang di Tiongkok, dan pendapatan dari sana jarang melebihi 10% dari total global.
Kemenangan Besar untuk Sinema Tiongkok
Yang paling menarik dari semua ini adalah kebangkitan luar biasa film-film Tiongkok. Dengan dukungan penuh pemerintah dan antusiasme penonton lokal, produksi-produksi seperti The Battle at Lake Changjin dan Hi, Mom memecahkan rekor box office. Ini membuktikan bahwa pasar Tiongkok tidak lagi bergantung pada Hollywood—mereka punya cerita sendiri yang lebih kuat, lebih segar, dan lebih dekat dengan hati penonton.
Beijing tidak sedang bermain-main. Mereka membangun kekuatan budaya yang mandiri, dan dunia mulai memperhatikan. Bagi Hollywood, ini mungkin akhir dari sebuah era dominasi. Tapi bagi Tiongkok, ini baru awal dari kebangkitan budaya yang sesungguhnya.


















