banner 728x250

Kepala Dinas Dikbud NTB dan Para Kepala SMK Gelar Kunjungan Edukatif ke Turki, Tuai Pro dan Kontra

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Kebijakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H. Aidy Furqan, bersama sejumlah kepala sekolah (kasek) SMK melakukan kunjungan kerja ke Turki menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan akademisi. Kunjungan ini dinilai sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di NTB, meski menuai beragam tanggapan terkait efisiensi anggaran di tengah kebijakan penghematan pemerintah pusat.

Dr. Sadikin Amir, akademisi Universitas Mataram (Unram), menyoroti pentingnya transparansi dan urgensi perjalanan dinas tersebut. Menurutnya, setiap kunjungan luar negeri yang menggunakan anggaran negara harus memiliki manfaat konkret dan dapat dipertanggungjawabkan. “Jika tujuannya sekadar menjalin kerja sama, teknologi seperti Zoom bisa menjadi alternatif tanpa perlu mengeluarkan biaya besar,” ujarnya.

banner 325x300

Sadikin juga mengingatkan agar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) tidak digunakan untuk kegiatan yang kurang esensial. “APBN harus dimanfaatkan secara bijak, terutama untuk hal-hal yang langsung berdampak pada peningkatan mutu pendidikan,” tegasnya.

Di sisi lain, kunjungan ini disebut sebagai bagian dari upaya pengembangan pendidikan vokasi di NTB. Beberapa kepala sekolah yang terlibat menyatakan bahwa kerja sama dengan institusi pendidikan di Turki dapat membuka peluang pertukaran pelajar, pelatihan guru, dan pengembangan kurikulum berbasis industri. “Turki memiliki pengalaman kuat dalam pendidikan teknik dan kejuruan yang bisa kita adopsi,” ungkap salah seorang peserta rombongan.

Namun, Anggota Komisi V DPRD NTB, Made Slamet, meminta Gubernur NTB untuk mengevaluasi kebijakan ini. Ia menyarankan agar studi banding lebih difokuskan di dalam negeri mengingat potensi dan kebutuhan lokal. “Banyak sekolah dan lembaga pendidikan di Indonesia yang sudah maju dan bisa menjadi rujukan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Dikbud NTB, Jaka Wahyana, mengaku tidak mendapat informasi lengkap mengenai rencana kunjungan tersebut. “Saya belum menerima laporan resmi terkait agenda ini,” ujarnya singkat.

Meski menuai kritik, beberapa kalangan mendukung langkah ini sebagai bentuk terobosan untuk membuka wawasan global pendidik di NTB. “Jika hasilnya bisa meningkatkan kompetensi guru dan siswa, ini adalah investasi jangka panjang yang patut diapresiasi,” kata seorang pengamat pendidikan setempat.

Pemerintah Provinsi NTB diharapkan dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai tujuan, anggaran, dan output yang diharapkan dari kunjungan ini agar publik dapat memahami manfaatnya secara utuh. Dengan demikian, langkah ini tidak hanya dinilai sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar membawa perubahan positif bagi kemajuan pendidikan di NTB.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *