banner 728x250

SEMBALUN BANGKIT! WARGA DAN PELAKU WISATA GANDENG TANGAN REBUT HAK KELOLA GUNUNG RINJANI

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Gelombang perubahan besar sedang bergulir di kaki Gunung Rinjani. Masyarakat Sembalun, bersama pelaku wisata setempat, bersatu menuntut hak pengelolaan mandiri atas pintu pendakian Gunung Rinjani. Tuntutan ini bukan sekadar protes, melainkan langkah revolusioner untuk membangun pariwisata berkelanjutan yang adil dan mengangkat kesejahteraan warga.

Handanil, Ketua Solidaritas Masyarakat Peduli Sembalun (SMPS), dengan tegas menyuarakan aspirasi warga. “Kami tidak mau lagi jadi penonton di tanah sendiri. Sudah waktunya Sembalun mengelola destinasi ini dengan prinsip keberlanjutan, bukan eksploitasi murahan,” tegasnya.

banner 325x300

Selama ini, dominasi kelompok tertentu dari luar Sembalun dinilai merugikan. Meski Sembalun menjadi jalur utama pendakian Rinjani, manfaat ekonomi justru lebih banyak dinikmati pihak lain. “Mereka menjual Rinjani dengan harga murah, fokus pada kuantitas, tanpa memedulikan dampak lingkungan atau kesejahteraan warga kami,” ujar Handanil.

Akibatnya, Sembalun menanggung beban berat: kerusakan lingkungan, minimnya manfaat ekonomi, dan ketimpangan sosial. “Kami ingin harga yang layak untuk Rinjani, agar pendapatan bisa dirasakan oleh penginapan, restoran, sopir, porter, dan guide lokal,” tambahnya.

Dukungan juga mengalir dari Asosiasi Pengusaha Pendaki Rinjani (APPR). Hamka Abdul Malik, Ketua APPR, mendesak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) tegas menindak pendakian ilegal. “Tidak boleh ada lagi tekanan dari kelompok tertentu. Rinjani harus jadi contoh pariwisata premium yang berkelanjutan,” tegas Hamka.

Masyarakat Sembalun tidak hanya menuntut, tetapi siap beraksi. Mereka mendesak Pemerintah Daerah Lombok Timur segera menerbitkan regulasi yang melindungi hak pengelolaan mandiri. “Ini bukan hanya untuk kami, tapi untuk generasi mendatang. Rinjani harus jadi kebanggaan yang membawa kemakmuran,” pungkas Handanil.

Jika tuntutan ini terwujud, Sembalun bisa menjadi contoh baru pengelolaan wisata berbasis masyarakat—sebuah kisah sukses yang mungkin akan menginspirasi destinasi lain di Indonesia. Perubahan dimulai dari Sembalun, dan Rinjani akan menjadi saksi bisu sejarah baru ini.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *