investigasiindonesia.com – Gubernur NTB, lalu muhammad iqbal, atau akrab disapa Bang Iqbal, membuat gebrakan baru yang disambut meriah oleh para peternak sapi. Dalam pertemuan dengan sejumlah asosiasi peternak, termasuk Pepehani, Appsi, Gapehani, Maporina, dan perwakilan Hipmi NTB, Iqbal memastikan langkah konkret untuk memacu kemajuan sektor peternakan di NTB.
Salah satu poin kunci yang langsung ditindaklanjuti adalah percepatan perizinan. Iqbal memerintahkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Riadi, untuk menyederhanakan proses pengeluaran izin ternak sapi. Saat ini, perizinan di tingkat provinsi memakan waktu 4 hari hingga seminggu. Namun, Iqbal meminta agar proses ini dipangkas menjadi hanya 1-2 hari. “Kami ingin peternak tidak lagi terbebani birokrasi yang berbelit,” tegasnya.
Kolaborasi antara Dinas Peternakan dan DPMPTSP NTB juga akan diperkuat untuk memastikan layanan yang lebih efisien. “Dua dinas ini harus bekerja cepat, selangkah lebih depan dari biasanya,” tambah Iqbal.
Tak hanya itu, Gubernur juga memastikan bahwa Peraturan Gubernur (Pergub) tentang PCR (Persyaratan Kesehatan Hewan) akan segera ditandatangani dalam waktu dekat. “Besok, Pergub PCR langsung saya tandatangani. Ini penting untuk memastikan kesehatan hewan dan keamanan perdagangan,” ujarnya.
Iqbal juga menegaskan komitmennya untuk menempatkan orang-orang kompeten di Dinas Peternakan. “Kami butuh SDM yang benar-benar paham peternakan, karena sektor ini bernilai ratusan miliar di Bima saja,” ungkapnya.
Para peternak yang hadir pun menyambut positif langkah ini. Mereka berharap kerja sama ini bisa memperlancar bisnis peternakan, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah. “Dengan dukungan pemerintah, kami optimis NTB bisa jadi pusat peternakan terbaik di Indonesia,” kata salah satu perwakilan asosiasi.
Di akhir pertemuan, Iqbal kembali menenangkan para peternak. “Bapak-bapak tenang saja, pemerintah pasti mendukung penuh. Tidak ada lagi hambatan yang mengganggu kemajuan peternakan kita,” tutupnya penuh semangat.
Gebrakan ini dinilai sebagai angin segar bagi peternak NTB, sekaligus bukti keseriusan pemerintah provinsi dalam memajukan sektor strategis yang menyokong perekonomian daerah.


















