investigasiindonesia.com – Universitas Mataram (Unram) kembali mencatatkan sejarah baru dalam dunia penelitian kelautan dengan memimpin proyek internasional Globalseaweed-Protect, sebuah inisiatif revolusioner untuk memperkuat industri rumput laut di Indonesia dan Asia Tenggara. Didanai United Kingdom Research and Innovation (UKRI) senilai USD 4 juta, proyek ini menjadi bukti nyata kolaborasi global dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan.
Unram tidak bekerja sendirian. Mereka menggandeng Natural History Museum (NHM) Inggris serta jaringan penelitian terkuat di Asia Tenggara, termasuk University of Malaya (Malaysia), Kasetsart University (Thailand), University of the Philippines Diliman, dan Vietnam Academy of Science and Technology. Dengan kekuatan gabungan ini, proyek tiga tahun ini akan menciptakan terobosan di bidang budidaya rumput laut, mulai dari pengembangan bibit unggul hingga sistem produksi yang berkelanjutan.
Di balik kesuksesan ini, ada nama Dr. Eka Prasedya, ilmuwan Unram yang sebelumnya telah menemukan spesies rumput laut Kappaphycus liar yang diduga sebagai jenis baru. Kini, ia memimpin implementasi proyek di Indonesia dengan semangat membara. “Ini bukan sekadar penelitian, tapi misi menyelamatkan ekosistem laut dan masa depan pangan dunia,” tegasnya.
Rektor Unram pun memberikan dukungan penuh, menyebut pencapaian ini sebagai bukti bahwa universitas di Indonesia mampu bersaing di kancah global. “Kolaborasi ini akan membuka peluang besar bagi petani rumput laut lokal untuk naik kelas,” tambah Dr. Eka.
Proyek Globalseaweed-Protect tidak hanya tentang sains, tapi juga dampak nyata bagi perekonomian. Wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, akan menjadi pusat pengembangan rumput laut masa depan—tahan iklim ekstrem dan bernilai ekonomi tinggi. “Bayangkan, dunia tanpa rumput laut adalah bencana ekologis. Kami sedang menulis babak baru untuk mencegahnya,” pungkasnya.
Dengan semangat gotong royong dan inovasi, Unram bersama mitra global siap mengubah rumput laut dari komoditas lokal menjadi solusi dunia. Siap menyambut era keemasan industri rumput laut Asia Tenggara? Mereka sudah memulainya!


















