Kabupaten Lombok Utara (KLU) kini memberikan angin segar bagi pelaku usaha kecil, khususnya petani, peternak, dan nelayan, melalui program pinjaman modal tanpa bunga. Dalam skema ini, peminjam hanya perlu mengembalikan pokok pinjaman, sementara bunganya sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Daerah KLU.
Bank NTB Syariah Tanjung telah mulai merealisasikan program ini setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan pemda pada 10 April lalu. Branch Manager Bank NTB Syariah Tanjung, Umarta, mengungkapkan bahwa satu kelompok peminjam telah menerima pencairan dana, sementara 23 kelompok lainnya sedang menunggu proses lebih lanjut.
“Semua pengajuan sudah disetujui, tinggal menunggu pencairan. Kami akan mempercepat proses agar subsidi bunga senilai Rp1 miliar dari pemda bisa tersalurkan seluruhnya sebelum November,” tegas Umarta.
Besaran plafon pinjaman bervariasi, mulai dari Rp5 juta hingga Rp25 juta per orang. Jika diajukan secara berkelompok, setiap anggota tetap berhak mendapatkan plafon maksimal Rp25 juta, bukan dibatasi per kelompok.
Masyarakat yang berminat dapat mengajukan permohonan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) KLU. Data kemudian akan diverifikasi oleh Bank NTB Syariah sebelum dana dicairkan. Namun, program ini hanya berlaku untuk sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Sementara itu, pelaku UMKM bisa mengakses fasilitas serupa melalui PD BPR NTB Cabang Kayangan dan Bayan, dengan pengajuan melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan KLU.
Adapun syarat pengajuan meliputi salinan KTP, KK, Nomor Induk Berusaha (NIB), serta memenuhi kriteria lembaga keuangan. Peminjam juga harus terdaftar dalam database pemda dan belum pernah menerima bantuan serupa dari program lain.
Dengan jangka waktu pengembalian hingga empat tahun, program ini diharapkan bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan suntikan modal tanpa terbebani bunga. Jika berjalan sukses, langkah ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
**#PinjamanTanpaBunga #EkonomiMembaik #LombokUtaraBangkit


















