investigasiindonesia.com – BPR NTB membuktikan diri sebagai pelopor keuangan inklusif di wilayah Nusa Tenggara Barat dengan mencatatkan pertumbuhan spektakuler dalam tiga tahun terakhir. Aset perusahaan melonjak 35% menjadi Rp1,089 triliun, sementara portofolio kredit UMKM meroket hampir 50% dari Rp600 miliar menjadi Rp898 miliar. Pencapaian ini diumumkan langsung oleh Direktur Utama Ketut Sudharmana dalam perayaan HUT ke-3 BPR NTB di Hotel Merumatta, Senggigi.
“Alhamdulillah, transformasi kami pascapenggabungan BPR se-NTB membuahkan hasil luar biasa. Laba bersih pun naik dari Rp26 miliar ke Rp35 miliar,” ujar Sudharmana dengan semangat. Tak hanya angka, BPR NTB juga memukau dengan inisiatif nyata: program subsidi bunga UMKM bersama Pemkab Lombok Barat senilai Rp5,5 miliar yang langsung diserap 23 pelaku usaha dalam peluncuran perdana.
Digitalisasi & Syariah Jadi Fokus 2024
Di balik kesuksesan, BPR NTB tak berpuas diri. Dua proyek strategis sedang dikebut: peluncuran BPR NTB Syariah pada Agustus mendatang dan percepatan digitalisasi layanan. “Kami sudah siapkan roadmap-nya, termasuk pelatihan SDM dan integrasi sistem,” tambah Sudharmana. Kolaborasi dengan lima pemda, termasuk Lombok Utara dan Sumbawa, juga akan diperdalam untuk memperluas jangkauan kredit mikro.
Gala Dinner Megah & Apresiasi untuk Karyawan
Perayaan HUT ke-3 berlangsung meriah dengan rangkaian acara bertajuk “Bersatu untuk NTB”. Sebanyak 500 karyawan dari seluruh cabang berkumpul untuk senam massal, aksi bersih pantai Senggigi, dan permainan tim. Puncaknya, gala dinner dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, di mana 10 pegawai berprestasi diberangkatkan umrah sebagai bentuk apresiasi.
Direktur Operasional H Usman mengungkapkan, raihan ini sekaligus membuktikan komitmen BPR NTB pada Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB). “Tahun lalu, laba kami tembus Rp35,7 miliar, melebihi target Rp34 miliar. Tahun ini, kami pacu lagi ke Rp38 miliar dengan faskan pelayanan prima di semua cabang,” tegasnya.
Dengan target aset Rp1,2 triliun dan kredit Rp1,078 triliun di 2024, BPR NTB siap memainkan peran kunci dalam mendorong geliat ekonomi lokal. Inovasi layanan, termasuk layout cabang yang lebih nyaman, akan menjadi prioritas untuk memastikan setiap nasabah merasakan dampak positif kehadiran bank ini.


















