investigasiindonesia.com – Gubernur NTB, H. Lalu Muhammad Iqbal, menjadi sorotan setelah menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-3 PT. BPR NTB Perseroda di Hotel Merumatta Senggigi, Lombok Barat. Acara yang digelar dengan penuh semangat ini tidak hanya menjadi ajang syukuran, tetapi juga momen bersejarah di mana Gubernur Iqbal secara langsung mengalungkan selendang kepada 10 pegawai berprestasi yang berhak mendapatkan hadiah umrah.
Dalam pidatonya yang penuh energi, Gubernur Iqbal menegaskan komitmennya terhadap sistem meritokrasi di lingkungan kerja. “Inilah esensi meritokrasi: mereka yang berdedikasi tinggi dan berprestasi wajib diberi penghargaan setinggi-tingginya,” ujarnya disambut gemuruh tepuk tangan. Ia juga mengapresiasi kinerja BPR NTB yang terus menunjukkan peningkatan signifikan setiap tahunnya.
Tak hanya itu, Gubernur Iqbal mendorong percepatan transformasi BPR NTB menjadi BPR Syariah. “Saya akan dukung penuh segala kebutuhan untuk memastikan proses ini selesai dengan sempurna,” tegasnya. Transformasi ini disebut akan memperkuat integrasi dengan Bank NTB Syariah, menciptakan holding perusahaan keuangan yang tangguh, serta membuka akses permodalan lebih luas bagi masyarakat.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Gubernur Iqbal menitipkan misi khusus kepada BPR NTB untuk menjadi penyelamat bagi masyarakat kecil yang kesulitan mengakses kredit. “Sekaranglah saatnya kita hadir dengan hati, membantu mereka yang membutuhkan,” serunya penuh semangat. Sektor mikro dan ultra mikro, menurutnya, masih menyimpan potensi dahsyat untuk dikembangkan sebagai buffer krisis.
Direktur Utama BPR NTB, Ketut Sudharmana, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian tiga tahun ini. “Ini adalah hasil kerja keras seluruh keluarga besar BPR NTB, dari Bima hingga Mataram,” ujarnya. Tahun ini, 10 karyawan terbaik mendapat reward umrah, meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. “Tahun depan, insyaallah lebih banyak lagi!” tambahnya penuh optimisme.
Acara yang berlangsung meriah ini ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur dan harapan besar untuk terus berkembang menjadi lembaga keuangan yang semakin solid, adil, dan berpihak kepada rakyat. Langkah progresif Gubernur Iqbal ini pun langsung viral, menuai pujian dari berbagai kalangan sebagai bukti nyata kepemimpinan yang visioner dan berempati.


















